Lintas Rel Terpadu atau LRT Jakarta menjadi salah satu moda transportasi umum yang bisa jadi pilihan kita saat ingin bepergian di Ibukota Jakarta. Berbeda dengan KRL yang dingin namun padat, LRT memiliki batas maksimal kapasitas penumpang.

Dengan menggunakan LRT, kita dapat menghemat perjalanan hingga 15 menit dengan kondisi transportasi yang dingin dan nyaman. Jadi, gak perlu lagi khawatir beraktivitas di Ibukota Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya.

Artikel ini akan mengulas LRT Jakarta, mulai dari sejarahnya, kapasitas dalam satu gerbong, kecepatan, rute, hingga metode pembayarannya.

Baca juga: Bukan Mobil Terbang, Ini Solusi Kemacetan Ala Elon Musk

Sejarah LRT Jakarta

Perencanaan pembangunan LRT sudah terjadi sejak tahun 2015 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Transportasi Umum di Provinsi DKI Jakarta.

Setahun kemudian, tepat saat HUT DKI Jakarta pada tanggal 22 Juni 2016, proses pembangunan LRT dimulai. Indonesia mendatangkan kereta LRT langsung dari Korea Selatan yang dibuat oleh Hyundai Rotem.

Keunggulan LRT yang dibuat oleh Hyundai ini yakni terdapat sistem articulated bogie yang membuat laju kereta lebih aman dan fleksibel mengikuti konstruksi jalur trek saat melintasi tikungan tajam.

Saat ini LRT di Jakarta beroperasi di bawah pengawasan BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau biasa yang kita kenal dengan sebutan JakPro.

Setelah melalui proses pembangunan hingga uji coba, secara resmi LRT Jakarta beroperasi pada 1 Desember 2019.

LRT Jakarta

Light Rail Transit atau istilah yang lebih akrab di telinga kita adalah Lintas Rel Terpadu (LRT) menjadi salah satu moda transportasi dambaan warga ibukota karena selain ramah lingkungan, transportasi ini memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan.

LRT termasuk ke dalam lintasan rel terpadu yang terintegrasi dengan beberapa transportasi darat lainnya sehingga kita dapat menghemat durasi perjalanan hingga 13-15 menit. Kecepatan rata-rata kereta ini 50 km/jam, sedangkan kecepatan maksimalnya 90 km/jam.

Berbeda dengan transportasi lain yang berbasis listrik seperti Kereta Rel Listrik (KRL) yang telah beroperasi lebih dulu memiliki kapasitas cukup padat. Justru LRT memiliki batasan kapasitas penumpang.

Kapasitas maksimal LRT untuk satu gerbong atau kereta hanya 135 penumpang, kemudian untuk satu rangkaian LRV atau trainset sendiri bisa menampung hingga 270 penumpang yang terdiri dari penumpang duduk dan berdiri. 

Dalam satu kali beroperasi, rangkaian kereta terdiri dari 2 kereta. Adapun jam operasional LRT setiap hari mulai dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam, sedangkan jarak keberangkatan keretanya sendiri hanya 10 menit untuk setiap kereta.

Baca juga: ERP atau Jalan Berbayar di Jakarta: Aturan, Tarif, dan Daftar Ruas Jalan

Rute LRT Jakarta

Saat ini jalur LRT yang sudah beroperasi adalah jalur yang terbentang dari Jakarta Timur hingga Jakarta Utara. Perencanaan pembangunan LRT ini terdiri dari 3 fase, yakni fase 1, fase 2A dan 2B. Jangkauan LRT yang dibangun di Jakarta meliputi Stasiun Pegangsaan Dua, Kelapa Gading sampai Stasiun Velodrome di kawasan Rawamangun.

Berikut ini daftar stasiun LRT yang sudah beroperasi, antara lain:

  • Stasiun Pegangsaan Dua, Kelapa Gading
  • Stasiun Boulevard Utara
  • Stasiun Boulevard Selatan
  • Stasiun Pulomas
  • Stasiun Equestrian
  • Stasiun Velodrome

Selanjutnya pembangunan LRT Jakarta fase 2 terdiri dari fase 2A dan 2B. Fase 2A akan dibangun rel LRT yang membentang dari Kelapa Gading sampai Jakarta International Stadium (JIS) dengan total lintasan sepanjang 7,5 kilometer.

Lalu fase 2B merupakan lintasan yang membentang dari Stasiun Velodrome hingga Manggarai dengan total panjang lintasan sebesar 5,9 kilometer.

Tarif LRT Jakarta

Aturan mengenai tarif LRT telah berlaku saat pertama kali beroperasi yakni di akhir tahun 2019 dengan tarif flat sebesar Rp5 ribu untuk satu kali perjalanan. 

Melihat aturan tersebut maka bisa kita simpulkan bahwa untuk satu kali perjalanan dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Kelapa Gading hanya Rp5 ribu. Tarif Rp5 ribu tersebut merupakan tarif flat yang berlaku untuk jarak dekat ataupun jauh.

Sementara itu, metode pembayarannya pun bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kita bisa menggunakan kartu uang elektronik. Berikut ini daftar kartu uang elektronik yang berlaku di LRT, antara lain:

  • E-Money Mandiri
  • Flazz BCA
  • TapCash BNI
  • Brizzi BRI
  • JakCard Bank DKI
  • Kartu JakLingko Bank DKI atau BNI
  • KMT Commuter Indonesia

Selain itu, terdapat pilihan metode pembayaran lain yang menggunakan dompet digital atau e-wallet yakni aplikasi JakLingko dan Aplikasi Link Aja. Apabila kita ingin menggunakan uang elektronik tersebut maka pastikan saldo minimum yang kita miliki sebesar Rp8.500.

Pilihan transaksi lainnya yang bisa kita gunakan adalah transaksi harian dengan menggunakan Kartu Single Journey Trip (SJT) LRT Jakarta yang bisa kita beli di Ticket Vending Machine (TVM) atau Passenger Agent Office (PAO) di stasiun LRT.

Untuk satu kartu SJT akan dibebankan biaya sebesar Rp20 ribu yang terdiri dari Rp5 ribu untuk biaya perjalanan LRT dan Rp15 ribu uang deposit yang bisa kita ambil setelah kita sampai di stasiun tujuan. Uang deposit tersebut masih bisa kita ambil maksimal 7 hari setelah tap out.

Ketentuan lain bila menggunakan kartu SJT yakni ketentuan penalti di mana apabila kita menggunakan lebih dari 2 jam di area berbayar stasiun tanpa melakukan tap out maka dikenakan penalti sebesar Rp5 ribu.

Baca juga: Aplikasi Bengkel Mobil Otoklix, Ini 15 Keunggulannya

Walaupun akhirnya kita bisa menggunakan transportasi umum dan mengistirahatkan kendaraan pribadi. Akan tetapi kita tetap wajib merawat kendaraan kita dengan rutin membawanya ke bengkel mobil agar mobil tetap dalam kondisi stabil.

Temukan bengkel mobil berkualitas melalui aplikasi Otoklix. Kita juga bisa melihat riwayat servis dan jadwal servis agar tidak terlewat.

Beberapa hal yang perlu kita periksa antara lain kondisi mesin mobil, aki mobil, sistem pengereman mobil, tekanan angin ban mobil, memeriksa AC mobil hingga aksesoris mobil lainnya.

Nikmati perjalanan mengelilingi ibukota menggunakan transportasi umum ataupun pribadi dengan aman dan nyaman.

Pertanyaan Seputar LRT Jakarta :


LRT merupakan singkatan dari Light Rail Transit atau Lintasan Rel Terpadu. Di Jakarta sendiri, LRT telah beroperasi sejak akhir tahun 2019.


LRT Jakarta sudah beroperasi sejak Desember 2019, adapun stasiun yang telah beroperasi sebanyak 6 stasiun yang membentang dari Jakarta Timur hingga Jakarta Utara.


Kita bisa menggunakan kartu uang elektronik untuk membayar LRT. Selain itu bisa juga menggunakan e-wallet aplikasi JakLingko dan Link Aja, serta kartu Single Journey Trip (SJT). Adapun tarif perjalanan Rp5 ribu untuk perjalanan jauh maupun dekat.