service rutin mobil

Service Rutin Mobil, Cek 6 Komponen Ini secara Berkala

Apakah kamu termasuk pemilik mobil tetapi belum mengetahui tentang service rutin mobil? Belum terlambat. Jika kamu baru memiliki mobil, kamu bisa mulai belajar tentang dunia mobil agar paham cara merawat mobil kamu.

Pemilik mobil yang sudah mencari tahu pasti pernah mendengar service rutin mobil atau service berkala mobil. Service ini bisa dilakukan berdasarkan jarak tempuh atau jangka waktu. Contohnya, untuk penggantian oli mobil harus dilakukan rutin per 5.000 km atau per 6 bulan, mana dahulu yang lebih tercapai.

Mari kita ketahui dulu komponen apa saja yang perlu dilakukan service rutin mobil.

Sebagai sebuah sistem mesin yang bekerja dengan saling mempengaruhi satu sama lain, komponen mobil harus selalu dalam keadaan prima. Jika tidak, maka kerusakan mungkin bisa merambat ke komponen lain.

Nah, berikut ini adalah beberapa komponen pada mobil yang biasanya harus dilakukan pemeriksaan dan perbaikan secara berkala.

1. Air Condition (AC)

Meskipun tidak sesering komponen lain, AC mobil tetap harus dilakukan service berkala. Biasanya service AC ini dilakukan setahun sekali atau setiap 10.000 km sampai dengan 20.000 km. Akan tetapi jika kamu menggunakan mobil di tempat yang tingkat polusinya cukup tinggi, maka sebaiknya lakukan service jika sudah mencapai jarak tempuh 3.000 km.

Service AC ini bertujuan agar filter udara pada AC tetap bersih. Filter udara yang kotor akan mensirkulasi debu dalam kabin mobil. Beberapa komponen AC yang dilakukan service adalah ganti pelumas, refrigeran, dan pembersihan.

Biaya service AC mobil ini berkisar Rp 300 ribu sampai dengan Rp 575 ribuan untuk AC mobil Jepang. Sementara untuk mobil Eropa, kamu perlu menyiapkan Rp 1,1 jutaan hingga Rp 2 juta untuk service. Harga ini juga bisa jadi lebih murah atau lebih mahal jika ternyata ada komponen yang harus diganti.

2. Service Penggantian Oli

Kamu pasti sudah familier dengan istilah ganti oli. Oli dalam mobil perlu diganti agar tidak terjadi korosi, gesekan yang mengakibatkan aus, hingga sebagai pendingin mobil. Oli berfungsi untuk melumasi mesin agar pembakaran berlangsung sempurna. Jika kinerja oli menurun, tentu saja mempengaruhi kinerja mobil.

Penggantian oli ini juga berfungsi untuk pembersih kotoran-kotoran yang ada pada mesin. Selain mengganti oli, filter oli juga perlu diganti. Filter berfungsi menyaring kotoran, jika tidak sering diganti tentu saja filter oli akan penuh dengan kotoran menumpuk. Beberapa jenis oli yang sering dilakukan service rutin mobil adalah oli mesin dan oli transmisi. Idealnya, jangka waktu mengganti oli mesin adalah setelah kamu menempuh jarak 1.000 km pertama semenjak kamu membeli mobil. Setelah itu, oli bisa diganti pada kelipatan 5.000 km atau 6 bulan sekali.

2. Spooring dan Balancing

Keseimbangan kemudi adalah faktor keselamatan yang penting dalam berkendara. Sayangnya, sering terjadi ketidakseimbagan, apalagi ketika melewati jalanan rusak atau berlubang yang mengakibatkan presisi ban berubah.

Ada dua istilah yang sering disebut dalam perbaikan ban mobil, yaitu spooring dan balancing. Spooring merupakan proses meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal sesuai dengan pengaturan pabrikannya. Sementara itu, balancing adalah proses menyeimbangkan kembali.

3. Kaki-Kaki

Beberapa komponen mobil seperti ball joint, tie rod, stabilizer, bushing, pasti memiliki usia pakai dan harus diganti setiap 100.000 km atau sekitar 5 tahun sekali. Ini adalah usia pakai jika mobil selalu digunakan di jalanan lurus. Berbeda halnya jika mobil sering dibawa ke jalan terjal, berlubang, atau tidak rata.

Biaya service rutin mobil untuk perbaikan kaki-kaki sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 9 jutaan, tergantung tingkat kerusakannya dan apakah ada komponen yang harus diganti atau tidak.

4. Busi

Komponen kecil yang memiliki peran besar, itulah busi. Busi berperan sebagai pemantik pada kendaraan bermotor. Busi yang kotor membuat mobil kamu sulit dinyalakan. Selain membuat mobil sulit dinyalakan, busi yang kotor juga bisa membuat bahan bakar boros. Idealnya, busi harus diganti setiap menempuh jarak 20.000 km.

5. Kampas Rem

Seperti komponen lainnya, kampas rem juga memiliki usia pakai. Semakin lama digunakan, semakin bertambahnya usia pemakaian mobil, kampas rem bisa menipis dan menimbulkan sejumlah gangguan. Kampas rem yang sudah menipis akan menyebabkan gesekan antar komponen logam dan mengurangi jumlah minyak rem pada reservoir. 

6. Aki

Komponen penting lainnya yang perlu mendapatkan pengecekan serta service rutin mobil adalah aki. Aki berfungsi sebagai sistem kelistrikan mobil. Mobil kamu bahkan tidak akan bisa distarter apabila aki rusak atau bermasalah. Jadi, kamu perlu mencatat dan mengingat kapan terakhir kali mengganti aki.

Kamu juga bisa merawat aki dengan cara selalu menambah air ada aki basah secara teratur. Jika sudah mencapai usia pakai dan aki perlu diganti, bawalah ke bengkel untuk service berkala mobil sebelum mobilmu benar-benar mogok.

Nah, itu tadi beberapa komponen yang bisa kamu cek atau melakukan penggantian saat service berkala mobil. Kamu juga bisa mengobrol atau bertanya dengan montir jika mengalami kebingungan. Cek di sini untuk tahu waktu yang tepat untuk service rutin mobil.

Kalau kamu mencari bengkel terdekat dan berkualitas untuk melakukan service rutin mobil, kamu bisa install aplikasi Otoklix. 

Otoklix merupakan aplikasi booking servis mobil yang telah bekerja sama dengan 1.000+ bengkel umum se-Jabodetabek. Yuk, jadwalkan servis mobil kamu melalui Otoklix!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *