Polusi udara dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang mengakibatkan bahaya pada lingkungan kita. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui tentang fenomena cuaca satu ini dan kemungkinannya terjadi ketika pencemaran udara sedang tinggi. 

Hujan asam mengakibatkan sejumlah bahaya yang berdampak serius untuk lingkungan maupun organisme hidup di sekitarnya. Nah, sebenarnya apa sih hujan asam itu dan seperti apa dampaknya? Simak pembahasannya di artikel berikut ini

Apa Itu Hujan Asam?

Mungkin OtoFriends sudah pernah mendengar tentang hujan asam, tapi belum benar-benar memahami hal tersebut. Hujan asam adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi ketika polusi udara dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan tingkat keasaman yang tinggi. 

Berbeda dengan hujan biasa, pencemaran udara dapat mengakibatkan hujan asam yang disebabkan oleh polutan berupa sulfur dioksida atau SO2. Tingginya kadar SO2 menyebabkan air hujan yang turun mengandung asam sulfat dan asam nitrat.

Sulfur, atau istilah lainnya belerang, adalah pengotor yang terdapat dalam bahan bakar fosil seperti batu bara yang menjadi penyebab adanya unsur asam tersebut. Sulfur beserta nitrogen di udara bereaksi dengan oksigen akan membentuk sulfur dioksida dan nitrogen dioksida.

Penyebab Terjadinya Hujan Asam

Hujan asam tidak muncul begitu saja. Ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, polusi udara dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang mengakibatkan dampak serius. Tapi, selain pencemaran udara juga ada faktor penyebab lainnya, seperti dijelaskan di bawah ini:

1. Pembakaran di Pusat Pembangkit Listrik

Salah satu penyebab utama hujan asam adalah pembakaran bahan bakar fosil di pusat-pusat pembangkit listrik. Yang dimaksud bahan bakar fosil adalah seperti batu bara atau minyak bumi.

Ketika batu bara atau minyak bumi dibakar, gas sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) dilepaskan ke atmosfer dan berperan dalam proses terjadinya hujan asam. 

2. Asap Pembuangan Knalpot Kendaraan

Kendaraan bermotor juga berperan dalam hujan asam. Asap yang keluar dari knalpot kendaraan mengandung nitrogen oksida (NOx) dan senyawa organik volatil (VOCs). Ketika dua zat ini bereaksi di udara, nantinya akan dapat membentuk asam nitrat yang kemudian turun bersama hujan.

Baca Juga: 5 Penyebab Knalpot Keluar Asap Hitam dan Cara Mengatasinya

3. Emisi Pabrik

Emisi industri dan pabrik seperti asap biasanya terjadi saat proses produksi. Emisi gas ini sebenarnya cukup berbahaya, seperti SO2 dan NOx, karena nantinya dapat mencemari udara di sekitar pabrik dan tentunya berkontribusi menyebabkan hujan asam. 

Proses Terjadinya Hujan Asam yang Mengakibatkan Kerusakan

Terjadinya hujan asam memang tidak secara tiba-tiba, biasanya disebabkan oleh tingginya kadar pencemaran udara. Tingginya zat berbahaya yang mencemari udara dalam jangka waktu yang lama tentu juga dapat mencemari proses terjadinya hujan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa air hujan di kota-kota besar di Indonesia cenderung bersifat asam dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ini menandakan bahwa konsentrasi partikel pencemar di atmosfer cukup tinggi, yakni sulfur dioksida dan nitrogen dioksida. 

Untuk lebih memahami mengenai hujan asam, berikut penjelasannya:

1. Berawal dari Pembakaran Bahan Bakar Fosil

Penyumbang terbesar hujan asam berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Ketika bahan bakar ini dibakar di pusat-pusat pembangkit listrik, kendaraan bermotor, atau di industri, gas SO2 dan NOx dilepaskan ke atmosfer.

Ada sekitar dua pertiga SO2 dan seperempat NOx dihasilkan olehpembangkit listrik, kendaraan, pabrik, kilang minyak dan industri-industri lainnya. 

2. Gas Sulfur Mengikat Oksigen di Udara

Nah setelah emisi pembakaran bahan bakar fosil tersebut terus-terusan dilepaskan di udara, kemudian akan bereaksi dengan oksigen di udara. Gas sulfur dioksida (SO2) akan mengikat oksigen tersebut yang kemudian berubah menjadi sulfur trioksida (SO3)

Senyawa tersebut kemudian akan bereaksi dengan uap air di atmosfer dan membentuk asam sulfat (H2SO4). Sementara gas NO2 yang juga naik ke atmosfer akan sama-sama berekasi dengan oksigen dan membentuk senyawa asam asam nitrat (HNO3) dan asam nitrit (HNO2).

3. Kandungan Asam Turun ke Permukaan Bumi dalam Bentuk Air Hujan

Ketiga senyawa yang sebelumnya sudah dijelaskan, yakni asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3), dan asam nitrit (HNO2) kemudian akan turun ke permukaan bumi dalam bentuk air hujan. Di beberapa bagian lain bisa turun dalam bentuk salju ataupun kabut.

Air hujan, salju, atau kabut tersebut memiliki sifat asam yang lalu menyiram permukaan bumi, lantas merembes masuk ke dalam tanah, air, dan permukaan lainnya. Air hujan ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan dapat merusak berbagai hal yang terpapar olehnya.

Apa Saja Dampak Hujan Asam?

Nah, setelah memahami proses terjadinya hujan asam, tentu sebaiknya kita juga mengetahui apa saja dampak yang bisa disebabkan oleh hujan asam. Dengan kandungan zat berbahaya di dalam air hujan tersebut, tentu jika semakin tinggi kadarnya, bahaya yang ditimbulkan juga akan semakin serius.

Jika hujan asam terjadi pastinya akan sangat merugikan. Bahkan tidak hanya kepada mahluk hidup, namun juga pada bangunan, jalanan, maupun infrastruktur lainnya. Berikut penjelasannya:

1. Tumbuhan Terancam Mati

Hujan asam dapat merusak tanaman dan mengganggu pertumbuhannya. Kandungan asam yang tinggi dapat menghancurkan daun dan batang tanaman, sehingga mengancam ekosistem tanaman.

2. Kadar Asam yang Sangat Tinggi di Udara

Polusi udara yang mengandung asam juga dapat meningkatkan kadar asam di udara yang kita hirup. Ini berpotensi menyebabkan masalah pernapasan dan kesehatan bagi kita.

3. Binatang Terancam Mati

Binatang juga dapat terkena dampak buruk dari hujan asam. Air asam yang masuk ke sungai dan danau dapat meracuni ikan dan makhluk air lainnya.

Tidak hanya mahluk yang berada di dalam air, namun juga binatang di sekitarnya yang membutuhkan aliran air tersebut untuk bertahan hidup. Semakin banyak asam yang terpapar di dalam ekosistem tersebut, maka semakin banyak kandungan aluminium yang terlepaskan.

4. Menimbulkan Berbagai Penyakit

Dampak buruk hujan asam juga dapat dirasakan oleh manusia. Paparan terus-menerus terhadap air hujan yang terkontaminasi dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan dan penyakit kulit.

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa ada kaitannya antara partikel-partikel berbahaya di dalam hujan asam dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung yang dapat berujung fatal. Selain itu juga dapat memengaruhi risiko penyakit jantung lainnya serta fungsi paru-paru.

5. Merusak Material Bangunan

Hujan asam dapat merusak bangunan dan struktur. Bahan-bahan seperti logam dan batu bisa korosif jika terpapar terus-menerus oleh hujan asam.

Saat hujan asam mengenai bahan-bahan material, zat assam sulfur dan nitrat juga dapat mengotori permukaan gedung dan bangunan lainnya seperti monumen. Memperbaikinya dapat membutuhkan biaya yang mahal dan juga waktu yang lama.

6. Mengganggu dan Merusak Ekosistem Air

Sungai, danau, dan ekosistem air lainnya juga dapat terganggu oleh hujan asam. Kandungan asam yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air dan merusak habitat satwa air, terutama bagi yang tidak bisa hidup di air dengan kandungan asam atau pH yang terlalu tinggi.

Langkah Mencegah Terjadinya Hujan Asam

Melihat dampaknya yang cukup serius terhadap kesehatan dan juga lingkungan, lantas bisakah kita mencegah terjadinya hujan asam? Tentu saja kita dapat mencegahnya, namun hal tersebut harus dilakukan secara bersama dan masif demi keselamatan bumi kita ke depannya.

Karena hujan asam adalah salah satu dampak polusi udara bagi kesehatan dan lingkungan, maka yang paling utama juga dengan mencegah terjadinya pencemaran di udara. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa OtoFriends lakukan:

1. Memperbanyak Tanaman atau Ruang Terbuka Hijau

Tanaman dapat membantu menyerap polutan dari udara. Jadi, kamu bisa mulai dengan memperbanyak tanaman di sekitarmu atau mendukung program penanaman pohon.

Di beberapa daerah di Indonesia memiliki ruang terbuka hijau atau taman yang cukup memadai. Sebaiknya kita turut menjaga ruang ini untuk turut mengurangi tingginya pencemaran udara.

2. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor

Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki. Semakin sedikit kendaraan yang beroperasi, semakin sedikit emisi yang dilepaskan ke udara.

Baca Juga: Berkendara Aman dan Hemat dengan Teknik Eco Driving

3. Menerapkan Daur Ulang

Mengurangi sampah dan menerapkan daur ulang dapat membantu mengurangi polusi yang berasal dari limbah. Misalnya dengan mengurangi penggunaan barang-barang yang terbuat dari plastik atau yang hanya sekali pakai.

4. Menggunakan Energi Listrik dengan Hemat

Mengurangi konsumsi energi listrik dengan menggunakan peralatan hemat energi juga dapat membantu mengurangi polusi udara yang berasal dari pembangkit listrik. Contohnya mencabut colokan listrik yang sudah tidak digunakan.

Itulah pembahasan mengenai hujan asam dan dampaknya. Dengan mengetahui bahwa polusi udara dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang memiliki dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan, maka kita akan semakin menyadari pentingnya untuk mengurangi polusi udara.

Hal tersebut bisa dimulai dari langkah kecil, misalnya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi seperti mobil. Selain itu, merawat mobil dengan baik agar emisi pembuangannya tetap terjaga juga sangat penting.

Informasi mengenai perawatan mobil selengkapnya bisa kamu dapatkan di Otoklix. Selain itu, kamu juga bisa mencari bengkel knalpot mobil terdekat dan jadwalkan booking service secara mudah melalui aplikasi Otoklix, lho. Yuk unduh sekarang!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Polusi udara dapat menyebabkan hujan asam karena bercampurnya zat polutan seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke dalam atmosfer.

Dampak dari hujan asam bisa mengancam ekosistem air sehingga menyebabkan tumbuhan dan binatang terancam mati. Selain pada lingkungan juga bisa menyebabkan kerusakan pada bangunan dan juga meningkatkan sejumlah jenis penyakit.