Bagi mobil transmisi manual, kopling mobil tentu adalah komponen yang sangat penting. Bagian yang sering bermasalah dari kopling mobil adalah kampas kopling mobil. Namun, bagian tersebut rupanya jarang diperhatikan oleh pengguna mobil. Jadi, sebaiknya kita tahu apa saja tanda kampas kopling mobil habis. 

Tanda Kampas Kopling Mobil Habis

Kampas kopling mobil dikenal juga dengan nama clutch disc. Bentuknya seperti piringan dan berfungsi sebagai pemindah daya pada mesin mobil. Dengan adanya kampas kopling, tenaga dari mesin bisa ditransfer ke transmisi. Bagian ini sering mengalami masalah. Berikut ini adalah tanda-tanda kampas kopling mobil habis atau aus.

1. Akselerasi mobil lemah

Tanda pertama yang bisa dirasakan adalah akselerasi lemah. Meskipun sudah menginjak pedal gas dengan dalam, tetapi mobil tidak bisa melaju cepat. Akibatnya, terdengar suara decitan maupun raungan dari mobil.

Akselerasi yang lemah bisa dikatakan sebagai kondisi macet. Mobil berhenti, tetapi mesin masih hidup. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan di jalan, apalagi saat melalui tanjakan.

2. Berbau gosong

Tanda berikutnya saat kampas kopling sudah aus atau habis adalah timbulnya bau gosong. Bau gosong ini adalah akibat dari kampas kopling yang sudah hangus. Bau gosong dari kampas kopling yang hangus akan masuk ke kabin mobil.

Penyebab kampas kopling mobil gosong adalah karena gesekan yang terlalu sering, sehingga menyebabkan hangus. Biasanya bau ini juga bisa tercium saat mobil menanjak atau menurun secara curam.

3. Putaran mesin tinggi

Putaran mesin yang tinggi juga bisa menjadi tanda bahwa kampas kopling mobil sudah habis atau aus. Kenapa bisa begitu? Sebab putaran mesin yang tinggi dipicu oleh akselerasi mobil yang melemah dan permukaan kampas yang cenderung licin. Putaran mesin yang melebihi batas normal ini bisa membuat suhu mesin menjadi meningkat atau overheat.

Baca juga: 11 Komponen Kopling Mobil Manual dan Fungsinya

4. Pemindah gigi terasa keras

Saat memindahkan tuas gigi dan terasa keras, hal ini bisa menjadi pertanda kopling mengalami keausan. Kondisi yang kaku dan keras ini biasanya akibat mesin transmisi gigi yang berputar terus menerus. Lebih parahnya lagi, kondisi pemindah gigi yang keras ini juga bisa dirasakan meskipun dalam keadaan netral. Penyebabnya adalah transmisi gigi yang sukat terhubung karena putaran mesin gigi yang tidak tepat.

5. Kopling selip

Ciri-ciri kampas kopling mobil sudah tidak bisa berfungsi maksimal adalah selipnya komponen kopling. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan berkendara.

6. Jarak injak pedal kopling lebih pendek

Terakhir, apabila jarak injak pedal menjadi lebih pendek, ini bisa jadi tanda kalau kampas kopling sudah aus atau habis. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh kampas yang sudah menipis. Pedal kopling terasa jauh dari lantai mobil.

Itu dia 6 tanda bahwa kampas kopling sudah habis atau aus.

Baca juga: Kaki Pegal Karena Kopling Mobil Berat? Ini Solusinya!

Apakah Minyak Kopling Harus Rutin Diganti?

Sebelum mencari tahu tentang apakah minyak kopling harus rutin diganti, ada baiknya kita tahu dulu apa itu minyak kopling. Secara umum, minyak kopling sama dengan minyak rem, tetapi disimpan di dalam silinder kopling. Minyak ini akan mengalir dari master silinder kopling atas saat pedal kopling ditekan.

Kemudian, minyak tersebut akan dialirkan akan masuk ke silinder bawah pada kopling. Tekanan yang terjadi saat mengalir akan memudahkan pengaplikasian kopling. Perpindahan gigi akan jadi lebih mudah. Setelah kopling sudah bekerja, minyak akan kembali ke master silinder kopling atas. Kesimpulannya, minyak kopling memang punya peranan penting untuk perpindahan gigi. Mengapa perlu rutin diganti?

1. Masuknya udara dengan kandungan uap air

Minyak rem tidak boleh terkontaminasi udara luar karena udara dari luar memiliki kandungan uap air. Kandungan uap air ini bisa menimbulkan korosi. Kalau silinder kopling berkarat, maka lama kelamaan bisa terjadi kebocoran kare area yang berlubang. Oleh sebab itu, sebaiknya minyak kopling diganti secara berkala.

2. Perpindahan gigi terasa lebih keras

Dengan adanya minyak kopling berkualitas bagus, perpindahan gigi akan terasa lebih mudah. Sebaiknya, jika jarang diganti, perpindahan gigi bisa terasa berat dan keras. Hal ini tentu membuat tidak nyaman dan juga berbahaya ketika berada di tanjakan atau turunan. 

3. Rusaknya gigi percepatan 

Kalau gigi sudah terasa keras, jika dibiarkan terus menerus akan menjadi rusak. Kalau komponen ini rusak, tenaga yang dihasilkan mesin akan berkurang. Di sisi lain, sejumlah komponen pendukung juga perlu diganti. Jadi, sebaiknya ganti minyak kopling secara rutin.

4. Munculnya suara saat memindahkan gigi

Masih berkaitan dengan komponen gigi, saat minyak kopling sudah terasa keras, akan ada suara yang ditimbulkan juga saat memindahkan gigi. Bunyi ini timbul karena minyak kopling tidak bisa memberikan tekanan agar kopling bisa bekerja.

5. Pedal kopling terasa kosong saat diinjak

Minyak kopling yang sudah berkualitas buruk bisa membuat kopling terasa kosong ketika diinjak. Ini bisa jadi tanda bahwa adanya kebocoran pada master silinder dan silinder kopling bawah.

Baca juga: Ganti Oli Persneling Mobil dan Info Lengkap Oli Transmisi

Cara Merawat Kampas Kopling Mobil

Dengan merawat kopling, bisa menghindarkan kita dari pengeluaran berlebih sebelum usia pakai kopling seharusnya. Sebagai tambahan informasi, biaya ganti kampas kopling mobil sekitar Rp800 ribu – Rp1,3 jutaan. Lantas, bagaimana cara merawat kampas kopling mobil? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat kampas kopling mobil.

  • Hindari menggunakan setengah kopling saat mengemudi

Salah satu cara merawat kopling adalah dengan tidak menggunakan setengah kopling saat mengemudi. Kebiasaan ini bisa membuat kampas kopling cepat habis.

  • Tidak memaksa mobil menerjang banjir

Dengan memaksa mobil menerjang banjir, air bisa masuk ke mesin. Tidak hanya sistem kopling yang terganggu, tetapi juga komponen lainnya.

  • Periksa minyak kopling secara berkala

Cek dan pastikan volume dan kondisi minyak kopling dalam keadaan yang bagus. Jangan sampai volumenya kurang atau berlebih.

  • Setel celah kopling

Setelan celah kopling biasanya berubah kalau mobil sering digunakan. Untuk menjaganya tetap aman, sebaiknya lakukan penyetelan ulang saat merasa ada perubahan. Dampaknya, transfer energi juga jadi semakin lancar. Cara menyetelnya adalah dengan memutar mur penyetel ke arah yang diinginkan.

  • Tidak membiarkan mobil tidak dipakai dalam waktu lama

Cara terakhir adalah tidak membiarkan mobil tidak dipakai untuk jangka waktu yang lama. Tidak hanya komponen kopling yang bisa rusak, komponen lain juga bisa rusak kalau mobil jarang dioperasikan, misalnya aki mobil.

Itu dia tanda kampas kopling mobil habis, cara merawat, dan juga informasi tentang minyak kopling. Kalau sudah merasa ada masalah di kampas kopling, sebaiknya segera bawa ke bengkel terdekat agar bisa segera ditangani. Booking bengkel via aplikasi Otoklix, yuk!

Pertanyaan yang Sering Diajukan