Memilih oli mesin untuk mobil tua membutuhkan beberapa pertimbangan. Pasalnya, mesin mobil tua sudah tidak terlalu rapat seperti mobil baru. Selain itu, teknologi yang dipakai pada mobil tua juga mungkin berbeda. Jadi, oli mesin untuk mobil tua lebih baik yang kental atau yang encer? Simak ulasannya berikut ini.

Viskositas Oli yang Tepat untuk Mobil Tua

Sebagian pendapat mengatakan bahwa mobil tua membutuhkan oli yang lebih kental. Apalagi untuk mobil dengan usia lebih dari 8 tahun dan odometernya sudah lebih dari 100.000 kilometer. Mengapa begitu? Sebab, makin sering mobil bekerja, baik makin tua maupun makin jauh jarak tempuhnya, ada perubahan celah dari konstruksi komponen mesin. Sehingga, celah komponen jadi lebih longgar.

Oleh sebab itu, banyak montir merekomendasikan oli 10W-40 untuk mobil tua. Selain itu, oli 20W-50 juga banyak disarankan. Tujuannya agar sirkulasi oli tetap lancar, mesin tidak mengalami gesekan berlebih, dan oli bisa naik ke komponen atas di mesin.

Sementara itu, kalau pakai oli dengan viskositas yang rendah, alias oli encer seperti 0W-20 atau 5W-30, kemungkinan oli tidak bisa naik ke komponen atas mesin. Akibatnya, komponen mesin tidak bisa terlumasi dengan sempurna.

Selain itu, mengapa mobil tua direkomendasikan menggunakan oli kental adalah karena mesin mobil tua lebih rentan mengalami panas. Oli yang encer akan mudah menguap dan membuat oli cepat rusak kalau terlalu sering kena panas berlebih. Sedangkan oli yang kental biasanya lebih tahan terhadap panas.

Baca juga: Mengenal Viskositas Oli dan Rekomendasi untuk Mobilmu

Mitos Oli Kental untuk Mobil Tua

Meskipun mobil-mobil lawas, terutama mobil dengan usia 10 – 15 tahun disarankan pakai oli yang lebih kental, tetapi hal ini tidak berlaku pada semua mobil tua. Mungkin kita pernah disarankan oleh pihak bengkel untuk menggunakan oli yang kental. Namun, sebenarnya kita perlu mengecek dulu spesifikasi oli sesuai mesin mobil.

Misalnya, mobil yang sudah berusia lima tahun yang harusnya pakai oli 5W lalu diubah jadi lebih kental 15W. Sebenarnya, kembali lagi ke mesin mobil. Kalau memang ternyata operasional mesin mobil membutuhkan oli yang encer, saat berubah pakai oli kental justru tidak maksimal. Sebab, oli memang perlu disesuaikan dengan teknologi mesin.

Jadi, lebih disarankan untuk menggunakan oli yang sesuai spesifikasi mesin. Mengganti oli yang encer dengan yang lebih kental memang mengurangi penguapan oli, tetapi tidak menyelesaikan masalah keausan ruang mesin. Mesin memang akan terasa lebih halus, tetapi biasanya jadi kurang bertenaga.

Solusi yang bisa dilakukan adalah membawa ke bengkel untuk standarisasi ulang mesin. Selain itu, bisa juga mencoba oli dengan viskositas tinggi dan memperhatikan perubahannya. Misalnya, mesin mobil yang biasa menggunakan oli mesin 20W-50 untuk mobil tua, diubah jadi 10W-60 yang punya kekentalan lebih tinggi.

Kemudian, coba dulu 5.000 kilometer. Kalau memang tetap enak, halus, dan bertenaga, kemungkinan besar memang cocok dan bisa melanjutkan untuk dipakai.

Bagaimana Jika Oli Encer dipakai di Mobil Tua?

Sempat disinggung di atas kalau pakai oli encer di mobil tua akan lebih cepat menguap. Ada lagi dampak negatif kalau pakai oli encer yang tidak sesuai spesifikasi di mobil-mobil tua.

  • Oli ikut terbakar

Viskositas yang lebih encer akan membuat oli mudah masuk ke ruang bakar. Oleh sebab itu, volume oli akan cepat berkurang. Bagian dalam silinder juga jadi kotor karena oli ikut terbakar.

Hanya saja, untuk mobil yang usianya 1-10 tahun masih disarankan pakai oli yang cukup encer, yaitu 10W-40. Oli ini punya kekentalan yang rendah, sehingga tidak memberatkan komponen dalam bergerak.

Baca juga: Beli Mobil Tua? Ini 9 Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Kode Oli untuk Mobil Tua

Selanjutnya, mari kita bahas kode-kode oli yang biasanya cocok untuk mobil tua. Pilihannya ada kode oli 20W-50, 15W-50, 10W-40, dan 15W-40.

Kode oli 20W-50

Oli dengan kode 20W-50 sangat cocok untuk mobil-mobil tua. Tentang suhunya antara -10 derajat celcius sampai dengan 150 derajat celcius. Sayangnya, oli ini bikin mesin boros bahan bakar. Oli dengan viskositas yang tinggi ini cocok untuk mobil tua yang butuh oli kental sehingga bisa melindungi komponen mesinnya. 

Kode oli 15W-50

Oli dengan kode 15W-50 cocok digunakan sebagai oli mesin untuk mobil tua dengan usia lebih dari 10 tahun. Oli ini bisa bertahan di suku -15 derajat celcius sampai dengan -150 derajat celcius.

Kode oli 10W-40

Oli ini punya kekentalan yang tidak terlalu tinggi. Oleh sebab itu, mobil ini cocok digunakan untuk mobil yang belum terlalu tua, yaitu di bawah 10 tahun. Oli dengan kode 10W-40 bisa mempertahankan kekentalannya di suhu -20 derajat celcius sampai dengan 150 derajat celcius.

Kode oli 15W-40

Oli ini juga tersedia di pasaran dan cocok digunakan untuk mobil tua berukuran besar. Oli ini mampu mempertahankan kekentalannya dari suhu -20 derajat celcius hingga 150 derajat celcius. Cocok digunakan untuk mesin berat yang punya ukuran komponen besar.

Rekomendasi Oli Mesin untuk Mobil Tua

Beberapa merek di bawah ini bisa jadi pilihan untuk dipakai sebagai oli mesin mobil-mobil lawas. 

Kode oli 20W-50

  • Shell Helix HX3 SAE 20W-50
  • Pertamina Lubricants Mesran Super SAE 20W-50
  • Prima XP SAE 20W-50 
  • Mobil Special 20W-50
  • Bell1 HTE-L SAE 20W-50 API SL/CF 

Spesifikasi oli-oli di atas bisa dibaca di artikel berikut: Daftar Oli Mobil 20W-50 yang Bagus, Cocok untuk Mobil Lawas

Kode oli 10W-40

  • Lucas Semi-Synthetic 10W-40
  • Castrol Magnatec 10W-40
  • Repsol Elite Injection 10W-40
  • Pertamina Lubricants Fastron Techno SAE 10W-40

Spesifikasi keempat oli di atas bisa dibaca pada artikel berikut: Manfaat Oli 10W-40 untuk Mobil Lama dan Rekomendasinya

Nah itu dia pembahasan tentang oli mesin untuk mobil tua. Pastikan menggunakan oli yang cocok untuk kendaraan agar komponen mesin selalu terjaga. Jangan lupa untuk ganti oli secara rutin, temukan bengkel umum terdekat se-Jabodetabek di aplikasi Otoklix!