Apakah kamu pernah bertanya-tanya ke mana oli-oli bekas saat ganti oli di bengkel? Oli bekas ini termasuk B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang tidak boleh dibuang sembarangan.

Oli dari mobil ini jika volumenya banyak akan dikumpulkan oleh bengkel dan dijual ke pengumpul, atau kalau volumenya sedikit bisa dimanfaatkan untuk pribadi.

Perlu hati-hati dan waspada mengenai alur pemanfaatan oli bekas ini. Jika tidak dikelola oleh pihak yang memiliki izin resmi, maka oli bekas bisa disalahgunakan oleh oknum. Salah satu contohnya adalah oli oplosan, yaitu mencampur oli bekas dan oli baru.

Kita cari tahu tentang pengelolaan oli bekas, yuk.

Pihak Pengepul Oli Bekas

Sisa oli yang sudah jelek jika volumenya tidak banyak maka bisa dimanfaatkan untuk melumasi rantai, pagar pintu, dan alat-alat pertukangan agar tidak cepat berkarat. Tetapi itu untuk penggunaan pribadi. Bagaimana jika dikumpulkan oleh pengumpul?

Pengepul atau pengumpul oli biasanya mencari ke bengkel-bengkel. Oli yang sudah dikumpulkan oleh pihak bengkel akan diberikan kepada pengumpul. Kemudian pengumpul oli akan menjualnya kembali ke perusahaan untuk mendaur ulang oli bekas. Tetapi ada pula pengumpul oli mandiri yang memanfaatkan untuk bahan bakar kompor tungku untuk mematangkan batu bata, kapur, aspal, dan lainnya.

Akan tetapi, agar lebih aman memang oli ini dikumpulkan kepada pengusaha-pengusaha yang sudah punya izin operasional untuk mengumpulkan limbah B3, izin ini didapatkan khusus dari pemerintah. Kita tidak tahu pasti apakah pengumpul oli ini memanfaatkan oli bekas dengan baik atau tidak. Jangan sampai kita menyumbang tindak kejahatan.

Dijadikan Ladang Bisnis

Menurut salah satu sumber, oli bekas dengan volume melimpah yang sudah dikumpulkan oleh bengkel akan dijual ke pengumpul dengan harga sekitar Rp 200 ribu per drum berisi 200 liter oli, jadi Rp1.000 per liter. Biasanya pihak bengkel menyerahkan kepada montir untuk menambah penghasilan. 

Pengumpul oli akan memberikan ke perusahaan resmi pengolahan limbah oli untuk didaur ulang. Perusahaan ini sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Limbah oli dari pengumpul akan diserahkan ke perusahaan kemudian diolah kembali menjadi base oil yang digunakan sebagai bahan baku oli baru.

Pengolahan oli bekas menjadi base oil ini bisa meraup keuntungan miliaran, tentu saja hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan oli bekas. Selain menggunakan oli bekas, pabrik juga menggunakan minyak mentah untuk memproduksi oli yang ramah lingkungan.

Jika jatuh ke tangan yang tepat dan legal, maka oli bekas ini sangat bermanfaat ya.

Diolah Kembali

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, oli bekas bisa diolah kembali menjadi oli baru atau sebagai bahan bakar. Ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dari limbah oli bekas. Jika tidak bisa mengolahnya sendiri, kamu bisa memberikannya ke bengkel. Ini sudah merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan.

1. Menjadi bahan bakar

Oli adalah zat yang mudah terbakar. Jadi oli bekas ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar kayu atau sampah. Bisa juga sebagai bahan bakar tungku untuk mematangkan batu bata, aspal, dan lain-lain.

2. Pengawet kayu

Selain sebagai bahan bakar, oli bekas juga bisa digunakan sebagai pengawet kayu.  Sebagaimana yang kita tahu bahwa kayu rawan dimakan rayap. Oli ini bisa menjaga kayu dari rayap-rayap. Cara menggunakannya adalah dengan mencampur oli bekas dan sola ke dalam wadah dengan perbandingan 1:1. Kemudian, kamu bisa langsung mengoleskannya ke kayu dan tunggu sampai mengering.

3. Pelumas rantai

Seperti fungsi oli baru, oli bekas ini juga tetap bisa berfungsi sebagai pelumas. Hanya saja, fungsinya hanya membantu melancarkan kerja mesin, bukan memelihara karena zat aditif dalam oli bekas sudah rusak. Kamu bisa menggunakan oli ini untuk melumasi rantai sepeda atau sepeda motor, dan juga bisa digunakan pada mesin-mesin perbengkelan lainnya.

Tetapi jika oli sudah benar-bena kotor, sebaiknya tidak digunakan kembali ya.

4. Penghilang karat

Oli ini juga bisa sebagai penghilang karat karena memiliki sifat menghilangkan korosi. Ini bisa dipakai pada pagar besi yang sudah berkarat. Caranya adalah cukup mengoleskan ke pagar rumah dan diamkan beberapa saat. Setelah itu kamu bisa mengelap dan membersihkannya dengan air.

Keempat hal tadi bisa dilakukan untuk memanfaatkan kembali oli bekas. Asalkan jangan sampai oli yang sudah jelek ini dioplos dengan oli baru kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kamu juga perlu waspada dengan oli yang dipakai saat mengganti oli. Pastikan bahwa oli tersebut benar-benar baru dan asli, sehingga mesin mobil kamu terhindar dari kerusakan.

Mengingat limbah oli bekas ini berbahaya bagi lingkungan, jadi jangan buang oli ini sembarangan ya. Kamu bisa mendatangi bengkel terdekat untuk ganti oli dengan cara booking langsung via aplikasi Otoklix