Fungsi starter mobil adalah untuk menghidupkan putaran awal mesin sehingga mobil dapat menyala. Starter ini ternyata merupakan kesatuan sistem komponen yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Makanya, kalau aki mobil bermasalah, mobil menjadi sulit distarter.

Memangnya, apa saja sih komponen starter mobil? Bagaimana cara kerjanya? Yuk, simak.

Komponen Starter Mobil

Komponen starter mobil saat ini sudah semakin canggih. Mobil-mobil keluaran dulu perlu memutar kontak, kemudian menekan tombol, sampai yang tercanggih adalah hanya perlu menggunakan remote control. Yuk, simak apa saja komponen starter mobil dan cara kerjanya.

1. Solenoid

Komponen yang pertama adalah solenoid. Komponen ini juga disebut dengan saklar magnet. Fungsi dari solenoid adalah melepaskan dan menghubungkan gigi pinion untuk mencapai ring gear flywheel. Komponen ini juga mengalirkan arus listrik yang cukup besar melalui terminal utama (terminal 30 dan C).

Ada 3 macam solenoid pada starter mobil, yaitu solenoid starter, solenoid plunger, dan solenoid caps.

  • Solenoid Starter

Komponen ini berbentuk tabung atau silinder dengan susunan kumparan maupun coil. Fungsi utamanya adalah menggerakkan drive pinion dan juga memberi tegangan pada motor utama. Ada dua buah coil, yaitu pull in coil dan hold in coil. Fungsi pull in coil adalah mendorong plunger untuk menghidupkan dan menggerakkan drive pinion. Sedangkan fungsi hold in coil adalah menahan gerakan pull in coil.

  • Solenoid plunger

Solenoid plunger berada pada bagian ujung pull in coil. Fungsinya yaitu menghubungkan gerakan pull in coil menuju drive lever. Komponen ini juga bisa menjadi batang penghubung daya tarik pull in coil.

  • Solenoid caps

Solenoid caps atau tutup solenoid ini berada pada bagian depan starter. Selain berfungsi sebagai penutup, komponen ini juga berfungsi menjadi media penghubung arus dari sistem menuju aktuator starter.

Pada solenoid ini ada 3 macam terminal, yaitu terminal 50, terminal 30, dan terminal C. Terminal 50 menghubungan rangkaian starter pada kunci kontak. Kemudian, terminal 40 berperan menerima arus listrik dari baterai. Sedangkan terminal C berfungsi mendistribusikan arus utama solenoid menuju motor starter.

2. Armature

Komponen starter mobil berikutnya adalah armature. Komponen ini mengubah energi listrik menjadi energi gerak yang bergerak berputar. Pada komponen ini terdapat komutator, inti armature, poros armature, serta kumparan armature.

3. Komutator

Seperti yang disebut di atas, komutator adalah bagian dari komponen armature. Komponen ini berfungsi mengalirkan arus listrik menuju armature. Sehingga terjadilah putaran dalam armature.

4. Sikat

Sikat pada komponen starter mobil berfungsi sebagai pengalir tenaga listrik dari kumparan medan menuju armature. Setelah sampai di armature, tenaga listrik akan disalurkan kembali melalui komutator menuju massa. Terdapat 4 buah sikat pada starter yang kemudian dibagi lagi menjadi 2 kelompok, yaitu sikat negatif dan positif.

Fungsi dari sikat negatif adalah menyalurkan arus dari armature ke massa. Sementara itu sikat positif menyalurkan arus dari field coil menuju armature.

5. Kumparan medan (field coil)

Kumparan medan disusun dari bahan besi dengan lilitan kumparan. Lilitan kumparan ini dapat menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus. Tenaga magnet ini dibangkitkan dari tembaga berbentuk lempengan agar arus listrik yang besar tetap dapat melewatinya. Kumparan medan ini juga disebut sebagai inti kutub.

6. Kopling starter

Tidak hanya pedal kopling di kaki kemudi, pada starter juga terdapat kopling. Fungsi kopling starter ini adalah untuk meneruskan daya putar dari armature shaft ke fly wheel. Sistem kerja ini dibantu oleh roda gigi pinion.

Selain itu, kopling starter juga berfungsi sebagai pengaman, yaitu mencegah kerusakan pada starter mobil. Cara kerjanya adalah memutar balikkan komponen gigi pinion ketika putaran mesin terlalu tinggi.

7. Gigi pinion

Gigi pinion terletak pada poros armature. Fungsinya adalah sebagai penghubung antara komponen roda flywheel dengan putaran poros armature. Sehingga poros armature dapat melakukan perpindahan ke poros engkol.

8. Tuas penggerak

Komponen yang terakhir adalah tuas penggerak. Fungsi dari komponen ini adalah mendorong gigi pinion agar bisa berkaitan dengan fly wheel ketika tombol starter dihidupkan. Cara kerjanya adalah mendorong pinion gear menuju ring gear. Selain sebagai penghubung, tuas penggerak juga berfungsi melepaskannya.

Cara Kerja Dinamo Starter

Informasi berikutnya yang akan Otoklix bahas adalah cara kerja dinamo starter. Umumnya, dinamo starter bekerja menggunakan starter switch atau kunci kontak. Kemudian dinamo menarik hubungan pada terminal 30 dan terminal C saat kondisi start dan aliran arus mengarah dari pull in coil.

Setelah itu, arus listrik tidak terputus antara pull in coil sampai ke ground. Apabila ada pemutusan, penyebabnya adalah habisnya carbon brush. Letak carbon brush ini ada pada sebelum dan sesudah armature. Kondisi ini kemudian membuat pul in coil tidak hidup atau bekerja, dan motor starter juga tidak hidup.

Ketika keadaan normal pull in coil akan menarik kontak yang ada ada plunger dengan mendorong pinion. Tujuannya agar flywheel dapat terhubung pada putaran motor starter secara elektrikal sesuai arah arus listrik.

Setelah solenoid berkontak dengan terminal C, pull in coil tidak akan bekerja lagi. Artinya tegangan antara terminal 50 dan terminal C sudah seimbang. Kemudian, motor starter memutar roda gila. Di sinilah hold in coil bekerja menahan kontak agar terminal 30 dapat terhubung dengan terminal C. Hold in coil juga menahan putaran flywheel sehingga mesin dapat hidup.

Jenis Starter Berdasarkan Cara Pengoperasiannya 

Setelah mengetahui 8 komponen starter mobil dan cara kerjanya, mari kita simak juga tentang jenis starter berdasarkan cara pengoperasiannya. Seperti yang sudah disinggung di atas, ada starter yang menggunakan pemutar kontak, ada pula yang sudah menggunakan remote control

Ternyata, selain itu ada lagi jenis starter. Hanya saja memang tidak digunakan pada mobil. Tetapi tidak ada salahnya kamu mengetahui informasi tersebut.

Yang pertama adalah starter elektrik. Starter elektrik sudah digunakan pada mobil-mobil modern. Jenis starter ini menggunakan arus listrik untuk memulai sistem. Selain digunakan pada mobil, jenis starter ini juga digunakan pada motor.

Yang kedua, jenis starter mekanik. Starter ini membutuhkan tenaga manusia dengan bentuk kick starter. Oleh sebab itu, jenis starter ini hanya digunakan pada sepeda motor, tidak digunakan pada mobil.

Jenis starter yang terakhir adalah starter pneumatic. Starter ini menggunakan sumber tenaga tekanan udara. Umumnya digunakan pada mesin kapal laut.

Nah itu dia 8 komponen starter mobil, jenis starter, dan juga cara kerja dinamo starter. Penting bagi kamu untuk selalu merawat komponen ini. Selain itu, jaga juga kondisi kelistrikan mobil dengan melakukan perawatan aki mobil. Salah satunya adalah mengganti aki mobil sesuai dengan batas pemakaian.