Spooring balancing adalah proses mengembalikan kondisi mobil agar tetap stabil ketika dikendarai. Lantas, kapan mobil harus di-spooring balancing? Kenali dulu tanda-tanda mobil perlu spooring balancing dalam artikel berikut ini.

Perbedaan spooring dan balancing

Istilah spooring dan balancing mungkin sudah sering OtoFriends dengar. Lalu, apa perbedaan spooring dan balancing? Berikut penjelasannya.

Spooring

Spooring adalah proses meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti settingan pabrik. Biasanya roda yang akan diluruskan adalah dua roda depan. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan OtoFriends melakukan spooring mobil, yakni sebagai berikut:

  • Permukaan ban terasa tidak rata, misalnya ada benjolan. Hal ini bisa terjadi di salah satu sisi ban maupun semuanya.
  • Dalam posisi diam, empat ban mobil tampak tidak sejajar. Misalnya, roda terasa miring ketika diparkir. Hal ini menandakan posisi salah satu ban bergeser dari tempat semula.
  • Mobil susah dikendalikan. Misalnya, gerakan mobil saat berbelok terasa tidak wajar, serta ada getaran yang mengganggu saat berkendara.

Balancing

Balancing adalah proses menyeimbangkan putaran keempat roda mobil. Setelah ban atau velg diganti, mobil di-balancing agar putarannya tetap seimbang. Mobil sebaiknya segera di-balancing apabila sudah mencapai batas kilometer.  

Berbeda dengan tune up, spooring balancing hanya dilakukan dalam kondisi tertentu. Oleh sebab itu, OtoFriends perlu memahami berbagai tanda mobil perlu di-spooring balancing.

Baca juga: Promo Balancing Spooring

Tanda-tanda mobil perlu spooring balancing

Untuk memastikan kestabilan mobil, lakukan spooring balancing setelah mengetahui tanda-tanda berikut ini:

1. Terjadi getaran saat ban melaju

Saat berkendara, terjadi getaran dari keempat roda yang terasa hingga ke dalam kabin. Semakin cepat mobil melaju, getaran akan semakin terasa. Hal itu menandakan ada ketidakseimbangan ban antara bagian kanan dan kiri. Segera lakukan spooring balancing agar gerakan mobil kembali stabil.

2. Setir mobil gerak sendiri

Apabila setir bergerak sendiri ke kanan atau ke kiri ketika dikendarai, bawa mobil ke bengkel spooring balancing terdekat. Perlu diketahui, setir berhubungan langsung dengan roda. Ke mana pun setir digerakkan, roda akan mengikuti. Waspadai apabila setir tidak searah dengan roda.

3. Ada masalah pada kaki mobil

Sebagai komponen terluar yang langsung bersentuhan dengan tanah, OtoFriends harus rutin memeriksa kaki mobil. Periksa beberapa komponen penting pada kaki mobil seperti link stabilizer, karet support, shockbreaker, tierod, dan bushing arm. Apabila salah satu komponen rusak, kaki mobil tidak bisa berfungsi dengan baik. Lakukan spooring balancing mobil di bengkel terdekat apabila ada komponen kaki mobil yang rusak.

4. Ban tampak aus dan miring ketika diparkir

Mobil perlu di-spooring balancing ketika ban tampak miring saat diparkir. Biasanya ban yang sering miring adalah ban depan. Selain itu, ban yang tampak aus juga perlu diwaspadai. Sebab, ban aus tidak bisa menghasilkan gerakan yang sesuai.

5. Ban belakang tidak sejajar dengan roda depan

Ambil jarak beberapa meter dari mobil, lalu perhatikan apakah ban mobil belakang sejajar dengan ban mobil depan. Apabila tampak tidak selaras, lakukan spooring balancing.

Baca juga: Kenali Lagi Perbedaan Spooring Balancing dan Biayanya

Estimasi biaya spooring dan balancing

Biaya spooring balancing mobil berbeda-beda, hal itu bergantung tempat servis atau bengkel yang dituju. Pada umumnya,  biaya balancing sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per ban. Sementara, biaya spooring sekitar Rp90 ribu hingga Rp150 ribu. Untuk finish balance, rata-rata memakan biaya Rp40 ribuan.

Cara melakukan spooring balancing secara mandiri

Spooring balancing memang idealnya dilakukan di bengkel. Namun, spooring balancing juga bisa dilakukan di rumah secara manual. OtoFriends cukup menyiapkan benang dan meteran. Berikut langkah-langkah spooring balancing secara mandiri di rumah:

1. Gunakan benang kasur atau benang layangan

Siapkan benang dan kunci pass berukuran 13, 14, 17, dan 19. Kemudian, lakukan langkah-langkah spooring balancing sebagai berikut:

  • Pastikan mobil terparkir di permukaan yang rata.
  • Pastikan posisi lingkar kemudi dalam keadaan lurus dan sejajar.
  • Lingkarkan benang dari roda belakang ke arah roda depan, kemudian ke roda belakang yang sama pada sisi lain. Ikat ujung benang pada komponen di bagian dalam roda.
  • Apabila ada celah di salah satu roda depan, atur panjang tie rod sampai setelannya sesuai. Ingat, jangan gunakan dongkrak.
  • Siapkan kunci pass, kunci pass ring, dan kunci pipa berukuran 13, 14, 17, dan 19.
  • Kendorkan mur baut pada tie rod dengan kunci 17 atau 19. 
  • Kemudian, setel batang tie rod dengan kunci 13 atau 14. Putar sampai sisi roda depan dan belakang menyentuh benang secara pas, tidak renggang namun juga tidak terlalu menekan.
  • Kencangkan kembali baut pada tie rod dengan kunci 17 atau 19.

Baca juga: Spooring Balancing di Otoklix: Pasti di Bengkel Mobil Terdekat!

2. Manfaatkan meteran

Meteran juga bisa digunakan untuk spooring balancing mobil. Berikut langkah-langkahnya:

  • Jalankan mobil sepanjang kurang tiga meter, kemudian tarik rem tangan pada posisi setir lurus.
  • Ukur jarak antara kedua roda depan dan ukur sisi depan dan belakang roda menggunakan meteran. Apabila tampak jarak yang berbeda pada roda-roda mobil, artinya roda perlu di-spooring.
  • Lakukan cara spooring seperti menggunakan benang di atas. Pastikan penyetelan roda tidak lebih dari 1-5 mm.

OtoFriends, itulah informasi terkait spooring balancing mobil. Apabila OtoFriends ingin melakukan spooring balancing di bengkel terdekat, jangan lupa lakukan booking online lewat aplikasi Otoklix. Selain dapat jaminan bebas antrian, OtoFriends juga dapat penawaran harga menarik!

Pertanyaan Seputar Spooring dan Balancing

Spooring adalah proses meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti settingan pabrik. Sementara, balancing adalah proses menyeimbangkan putaran keempat roda mobil. Dengan demikian, dapat diartikan spooring balancing adalah proses mengembalikan kondisi mobil agar tetap stabil ketika digunakan.

Spooring adalah proses meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal, yakni sesuai settingan pabrik. Umumnya roda yang diatur agar kembali sedia kala adalah dua roda bagian depan.

Biaya spooring balancing mobil berbeda-beda, hal itu bergantung tempat servis atau bengkel yang dituju. Pada umumnya, biaya balancing sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per ban. Sementara, biaya spooring sekitar Rp90 ribu hingga Rp150 ribu. Untuk finish balance, rata-rata memakan biaya Rp40 ribuan.