spooring balancing

Kenali Lagi Perbedaan Spooring Balancing dan Biayanya

Spooring balancing adalah perawatan ban mobil agar tetap stabil, tidak berbelok sendiri saat pengemudi melepas stir. Apalagi untuk mobil keluaran lama yang telah sering dipakai. Nah, lebih lengkapnya simak artikel di bawah ini untuk mengetahui apa itu spooring dan balancing pada mobil.

Apa Perbedaan Spooring dan Balancing?

Istilah spooring balancing sering disandingkan bersamaan. Sehingga kadang ada yang berpikir bahwa spooring dan balancing itu sama. Padahal, ada perbedaan signifikan meskipun sama-sama perawatan ban.

1. Spooring

Mobil yang sudah lama digunakan pasti lama kelamaan akan mengalami kedudukan roda yang berubah. Meskipun tidak terlihat secara kasat mata, tetapi biasanya terasa saat berkendara. Berkendara menjadi tidak stabil. 

Maka dari itu kamu perlu meluruskan kembali posisi roda seperti awal. Ini dia yang dimaksud dengan spooring. Jadi, spooring adalah meluruskan kembali posisi keempat roda sesuai setelan awal pabrik.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan yang merupakan tanda-tanda mobil perlu dilakukan spooring.

  • Saat mengganti ban mobil yang berkaitan dengan setir.
  • Saat permukaan ban mengalami benjol atau tidak rata. Hal ini menjadi tanda bahwa suspensi mobil bermasalah. Ban bisa tidak rata di satu sisi saja atau semua sisi.
  • Perhatikan posisi ban saat mobil tidak berjalan. Misalnya saat sedang parkir, kamu melihat roda miring atau roda depan tidak lurus dengan roda belakang. Ini menjadi tanda bahwa posisi ban bergeser dari tempat semula.
  • Mobil sulit dikendalikan, sulit berbelok atau bahkan berbelok sendiri, gerakan-gerakan tidak wajar pada mobil. Hal ini wajar apabila berkendara di jalanan yang tidak rata. Tetapi, jika berkendara di aspal yang halus, seharusnya hal ini tidak terjadi. 

Kamu bisa melakukan pengecekan dengan cara menyetir dengan kecepatan rendah, sekitar 40-50 kpj. Jika setir berbelok-belok, maka artinya mobil kamu perlu dilakukan spooring.

2. Balancing

Apabila spooring adalah meluruskan posisi keempat roda, maka balancing adalah melakukan penyeimbangan bobot ban mobil agar putaran keempat roda mobil seimbang. Balancing biasanya dilakukan setelah mengganti velg atau ban mobil. Tidak hanya itu, balancing juga dilakukan pada batas kilometer tertentu. Batas kilometer ini bisa kamu ketahui dari buku manual mobil.

Spooring balancing tidak perlu dilakukan berkala, berbeda dengan tune up. Sama seperti spooring, balancing juga perlu dilakukan jika merasa mobil sudah tidak nyaman untuk dikendarai. Biasanya mobil yang sering melewati jalanan yang buruk akan membutuhkan spooring balancing lebih cepat daripada mobil yang sering berjalan di aspal.

Kamu mungkin merasa getaran ban mobil yang kanan dan kiri tidak seimbang. Ketika dibawa ke bengkel ban mobil terdekat, mesin balancing akan mendeteksi titik mana di bagian roda yang butuh dilakukan balancing. Kemudian titik itu akan ditempel besi atau timah untuk menyelaraskan keseimbangan. Setelah ditempeli alat itu, bobot roda menjadi seimbang dan getaran timbul bisa diminimalisasi atau lebih bagus lagi bisa hilang.

Berbeda dengan spooring, cara mendeteksi apakah mobil perlu dilakukan balancing atau tidak adalah saat mobil dikendarai dengan kecepatan tinggi, misalnya 1000 kpj.

Manfaat balancing mobil adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.
  • Tidak perlu sering melakukan perbaikan mobil sehingga bisa menghemat biaya perbaikan mobil. Roda yang tidak seimbang juga bisa menyebabkan suspensi bermasalah.
  • Lebih mulus ketika berkendara.
  • Berkendara menjadi lebih amat dan meningkatkan keselamatan.
  • Memperpanjang usia ban mobil.

Tanda-tanda Mobil Perlu Spooring dan Balancing

Secara umum, tanda-tanda mobil perlu dilakukan spooring balancing adalah sebagai berikut:

  • Setir bergetar karena roda depan berhubungan langsung dengan kemudi.
  • Mobil berbelok sendiri saat sedang berjalan lurus atau bergerak ke arah tertentu padahal sedang tidak dibelokkan.
  • Saat dibelokkan, setir mobil tidak mau dikembalikan ke posisi semula.
  • Permukaan mobil tidak rata atau aus di salah satu sisi.
  • Roda terlihat miring saat diparkir di tempat datar dan lurus.
  • Ban belakang terlihat tidak sejajar dengan bagian belakang. Kamu bisa melihatnya beberapa dari belakang mobil.
  • Ban belakang tergeser dari tempat semula.
  • Jika mobil berjalan miring, artinya sudah cukup parah dan membutuhkan spooring dan balancing.

Berapa Biaya Spooring Balancing

Biaya spooring balancing tidak semahal perawatan lain. Kamu hanya perlu menyiapkan Rp200-300 ribuan per roda untuk spooring dan Rp150-175 ribu per roda untuk biaya balancing per ban. Tidak mahal bukan biaya spooring balancing?

Kapan Waktu untuk Spooring dan Balancing? 

Mungkin kamu bertanya-tanya, spooring balancing tiap berapa km? Sebaiknya kamu melakukan spooring dan balancing jika sudah mencapai 20 km. Tetapi jika sering berjalan di jalanan yang rusak, sebaiknya setiap 10 km.

Tetapi agar lebih valid, kamu bisa mengecek buku manual mobil kamu tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukan spooring dan balancing.

Itu tadi informasi seputar spooring balancing, mulai dari perbedaan, biaya, sampai kapan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan. Kamu bisa melakukan perawatan ban mobil di bengkel terdekat terbaik dan melakukan booking service langsung di aplikasi Otoklix.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *