Investasi adalah kegiatan penanaman modal, uang atau aset berharga lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Demi meraih masa depan bebas finansial, banyak generasi Millenial dan generasi Z mulai melirik investasi. Namun, siapa sangka kamu tetap bisa berinvestasi melalui mobil. Apakah investasi mobil menguntungkan?

Umumnya, orang membeli mobil hanya sebatas sebagai kebutuhan pribadi atau bahkan prestige atas usaha kerja kerasnya selama ini. Namun, siapa sangka benda mati tersebut yang identik sebagai barang konsumtif bisa kita jadikan sebagai salah satu instrumen investasi.

    Bahkan, profit yang dihasilkan dari investasi mobil ini tak kalah menggiurkannya dari instrumen investasi lain seperti emas, properti dan saham. Ini cara investasi mobil yang mampu menghasilkan profit maksimal.

    Apakah Mobil Termasuk Investasi?

    Mobil dinilai sebagai barang yang tak cocok dijadikan alat untuk berinvestasi karena tidak memiliki value yang cukup menjanjikan di masa depan. 

    Selain itu, mobil yang sering mengalami penurunan nilai jual di setiap periodenya juga semakin mendukung deklarasi bahwa mobil kurang tepat dijadikan sebagai salah satu pilihan instrumen investasi.

    Merujuk dari pemaham investasi yakni aktivitas membeli dan memiliki aset tertentu dengan harapan nilai aset tersebut akan meningkat dari waktu ke waktu sehingga menghasilkan keuntungan. Sudah terlihat jelas bahwa mobil sebagai suatu barang kurang bisa dijadikan investasi.

    Secara lebih spesifik, harga jual kembali mobil mengalami penurunan berdasarkan jenis atau tipe mobil itu sendiri. Untuk mobil murah dan menengah biasanya mengalami penurunan harga jual kembali sebesar 7% sampai 10% di tahun pertama.

    Sedangkan mobil kelas menengah ke atas akan mengalami penurunan harga jual kembali sebesar 10% sampai 15%. 

    Harga jual kembali mobil yang paling parah adalah mobil premium yang diklaim harganya mampu turun hingga 20% di tahun pertama. Ini membuktikan memang kurang tepat menjadikan mobil sebagai pilihan alat investasi.

    Kendati demikian, mobil bisa dikatakan menjadi investasi bila peruntukannya bisa lebih luas dan bukan menjual mobil tersebut dengan harga rendah. Kita bisa menjadikan penggunaan mobil lebih produktif sehingga menghasilkan keuntungan.

    Cara Investasi Mobil

    Setelah mengetahui penjabaran mengenai investasi mobil sebelumnya, memang mobil tidak cocok dijadikan investasi murni. 

    Akan tetapi, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyukseskan investasi mobil, seperti melakukan investasi melalui rental mobil. Yuk, simak ulasan cara-cara investasi mobil berikut ini.

    1. Jual mobil di pameran

    Cara investasi mobil yang pertama adalah dengan menjual mobil di pameran-pameran otomotif atau pameran mobil. Cara ini cukup ampuh bila OtoFriends memiliki mobil antik atau klasik yang memiliki banyak peminatnya.

    Baik di Indonesia, maupun di mancanegara kita pasti dengan mudah menemukan kolektor mobil antik atau kolektor mobil klasik yang rela mengeluarkan biaya berapa saja untuk mendapatkan mobil yang diinginkan. Selain memasarkannya melalui pameran, OtoFriends juga bisa menjualnya melalui platform-platform online lain.

    Baca juga: Rekomendasi Mobil Tua Perawatan Mudah dan Murah

    2. Sewa mobil

    Namun, bila kita memiliki mobil konvensional umumnya maka cara ini bisa dilakukan yakni membuka jasa sewa mobil. 

    Ada banyak orang yang mulai melirik investasi rental mobil karena kita tak perlu susah-susah mengeluarkan tenaga, cukup sewakan mobil saja dan kita tetap di rumah maka uang akan datang. Konsep sewa mobil ini hampir sama dengan investasi rumah kontrakan.

    3. Jasa supir online

    Selain menyewakan mobil, sekali waktu kita bisa menggunakan mobil sendiri untuk mendapatkan keuntungan dengan cara menjadi supir online. Kini, telah tersedia platform-platform khusus yang menyediakan layanan jasa supir online.

    Kita bisa mendaftar sebagai supir online platform tersebut. Bahkan, sering juga kita akan mendapatkan konsumen yang berasal dari platform tersebut meminta menggunakan jasa kita di luar platform tersebut dengan harga yang cukup menggiurkan.

    4. Jual spare part mobil

    Cara investasi mobil lainnya adalah dengan menjual spare part mobil kita. Apalagi bila kita memiliki spare part limited edition, maka kita bisa menjualnya kembali atau istilahnya saat ini preloved dengan harga yang cukup menguntungkan.

    Baca juga: Terlengkap, Ini Lokasi Gudang Spare Part Chery di Indonesia

    5. Modifikasi mobil

    Cara terakhir untuk berinvestasi melalui mobil adalah memodifikasi mobil. Ini merupakan trik untuk mempertahankan atau meningkatkan harga jual kembali mobil. 

    Jadi, sebelum menjualnya kita perlu memberikan beberapa sentuhan modifikasi terhadap mobil untuk meningkatkan performa mobil, mulai dari mesin hingga tampilan eksteriornya.

    Akan tetapi, yang perlu diingat oleh OtoFriends adalah setelah melakukan modifikasi maka sebaiknya segera jual mobil selagi harga jual kembalinya masih bagus.

    Ada banyak pilihan bengkel body repair yang bisa OtoFriends andalkan untuk melakukan penyegaran terhadap mobil kita.

    Baca juga: 7 Mobil Travel yang Bisa Dimiliki untuk Berlibur Bersama Keluarga

    Tips Pilih Mobil untuk Bisnis Rental

    Untuk memulai bisnis atau investasi rental mobil, yang perlu diperhatikan pertama kali adalah pemilihan mobil yang akan dijadikan investasi. 

    Pilih mobil dengan harga jual terendah sehingga modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak tetapi mobil tersebut memiliki performa maksimal sehingga calon konsumen yang akan menggunakannya nanti merasa puas dan kembali lagi untuk merental mobil kita. Berikut ini tipsnya.

    Memilih mobil yang memiliki kapasitas besar

    Biasanya, banyak orang menggunakan jasa rental mobil karena membutuhkan mobil yang mampu menampung orang atau barang sebanyak mungkin. Oleh karena itu, disarankan untuk membeli mobil yang memiliki kapasitas penumpang besar atau kapasitas bagasi yang luas.

    Memilih mobil dengan biaya servis terendah

    Untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan terhadap calon konsumen, kita perlu memastikan bahwa mobil dalam kondisi prima, baik dari segi mesinnya, sistem pengereman mobil, kaki-kaki mobil hingga fitur tambahan seperti AC mobil.

    Karenanya, saat membeli mobil untuk dijadikan rental maka pilih mobil yang menghabiskan biaya servis mobil kecil, harga spare part yang masih bersahabat dan biaya perawatan mobil lainnya yang murah.

    Menentukan mobil dari harganya

    Untungnya, ada banyak mobil yang memiliki kapasitas besar yang dijual dengan harga yang beragam, mulai dari yang terendah hingga yang termahal. Biasanya mobil MPV yang memiliki kapasitas penumpang banyak dan bagasi luas.

    Misalnya saja mobil dengan kapasitas 7 sampai 8 penumpang, kita bisa menggunakan mobil Avanza, Mobilio, Xenia atau Ertiga. Tinggal kita melakukan riset mana mobil yang dijual dengan harga paling murah.

    Pertanyaan Seputar Investasi Mobil

    Kendaraan tidak cocok dijadikan salah satu instrumen investasi murni. Kita bisa menjadikan kendaraan sebagai alat investasi dengan cara lain.

    Mobil bisa dikatakan menjadi investasi bila peruntukannya bisa lebih luas dan bukan menjual mobil tersebut dengan harga rendah. Kita bisa menjadikan penggunaan mobil lebih produktif sehingga menghasilkan keuntungan.

    Cara investasi mobil di antaranya menjual mobil antik dan klasik di pameran, menyewakan mobil, membuka jasa supir online, menjual spare part mobil hingga melakukan modifikasi mobil untuk meningkatkan harga jual kembali mobil.