Aerodynamic drag merupakan gaya yang diterapkan udara pada benda yang bergerak. Ini adalah sebuah gaya perlawanan yang dilakukan  oleh udara terhadap semua benda yang bergerak.

Jadi ketika sebuah mobil bergerak, maka mobil tersebut akan mendapatkan gaya perlawanan dari udara. Buruknya, tahanan udara yang terjadi akan berdampak pada kecepatan dan kinerja mesin itu sendiri.

Sebagai contoh, jika sebuah mobil bergerak, maka mobil juga akan mengalami tahanan aliran udara. Secara teknis, tahanan udara yang dialami oleh sebuah mobil akan berdampak pada kecepatan dan kinerja mobil itu sendiri.

Baca Juga: Cara Poles Mobil yang Benar, Bikin Mobil Terawat Maksimal!

Jadi, gesekan udara pasti akan diterima oleh mobil. Tidak bisa dihilangkan, melainkan hanya bisa diminimalisir dengan perubahan bentuk eksterior pada kendaraan.

Para pabrikan mobil selalu berusaha untuk mendesain mobil dengan aerodynamic drag seminimal mungkin. Ini karena efek negatifnya terhadap kinerja dan efisiensi kendaraan.

Bentuk tegak   pada bodi kendaraan kendaraan memberikan koefisien hambatan sebesar 1,30  sementara desain horizontal (titik hujan) memiliki jumlah hambatan paling sedikit.

Dampak Aerodynamic Drag pada Mobil

Bagian bentuk mobil yang tegak memberikan koefisiensi hambatan sebesar 1,30. Saat ini, dengan kemajuan teknologi, pabrikan telah dapat mendesain mobil dengan koefisiensi hambatan dengan rata-rata 0,40 dan beberapa mobil memiliki tahanan yang lebih baik yaitu 0,26.

Jenis kendaran seperti inilah yang dikatakan memiliki aerodinamis terbaik. Mobil akan membutuhkan tenaga yang besar saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Efek aerodinamis akan sangat terasa dampaknya pada kecepatan mobil diatas 60 Km/jam. Seperti penggunaan spoiler pada mobil berdampak positif bagi kinerja kendaraan.


Baca Juga: Jangan Panik! 7 Cara Mematikan Alarm Mobil dengan Cepat

Dengan demikian, itu akan sangat membantu meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar. Hal ini juga akan meningkatkan karakteristik dari kinerja lain seperti pengendalian kendaraan dan akselerasi. 

Area depan kendaraan menjadi faktor penting  koefisien drag yang berpengaruh   pada keseluruhan efek tahanan pada mobil.

Seperti penggunaan spoiler pada mobil berdampak positif bagi kinerja kendaraan. Dimana aliran udara dari depan akan terhambat sebagian  yang mengakibatkan gaya tekan mobil pada bagian belakang. Ini sangat mempengaruhi kestabilan dalam pengendalian.

Selain itu, aliran udara juga menjadi melengkung yang berubah arah menjadi gaya dorong bagi mobil. Pengurangan hambatan aliran udara membantu mengurangi tahanan udara terhadap laju mobil.

Hal ini juga akan meningkatkan karakteristik dari kinerja lain seperti pengendalian kendaraan dan akselerasi. Bentuk pada bagian depan mobil akan sangat berpengaruh terhadap koefisiensi tahanan udara secara keseluruhan.

Baca Juga: Cara Perbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Setrum dan Penyebabnya

Cara Mengurangi Aerodynamic Drag di Mobil

1. Pertama, Anda dapat menurunkan koefisien drag dengan merampingkan bodi bagian luar kendaraan. Perampingan bodi mobil  membutuhkan ketelitian dan  perhitungan kecepatan udara di sekitarnya. 

Pada beberapa mobil yang didesain dengan kecepatan tinggi, pabrikan sengaja memasang spoiler belakang yang ditempelkan pada bagian bagasi untuk mengurangi hambatan dan memanfaatkan aliran udara sebagai daya dorong.

Atau jangan memberikan benda-benda asing yang kurang bermanfaat seperti pemasangan rail roof yang berlebihan dengan tumpukan barang.

2. Untuk mengurangi hambatan aerodinamis lebih lanjut, pabrikan menggunakan garis karakter pada eksterior bodi mobil langsung dari tahap konsepnya. Garis karakter ini adalah bentuk lekukan atau tambahan part yang  membantu udara melewati bodi mobil dengan lancar.

3. Untuk mengurangi  hambatan aerodinamis, pabrikan biasanya juga konsen  merancang  komponen – komponen yang terletak pada bagian luar kendaraan agar tidak mengakibatkan koefisien drag menjadi lebih besar. 

Ini seperti bagian atap, bumper bagian depan, spoiler belakang, kaca spion, antena radio, wiper kaca depan dan lain-lain. Pabrikan juga menggunakan beberapa cara untuk mengurangi hambatan udara dengan mendesain bentuk grill mobil bagian depan, penutup pada bagian kaki-kaki, bumper depan, bentuk roda dan bagian belakang yang lebih ramping.

Seperti rak atap, penahan lumpur, spoiler belakang, kaca spion samping, antena radio, wiper kaca depan, dll. Selain itu terkadang pabrikan juga melakukan redesain  komponen – komponen inti kendaraan yang dapat berpengaruh terhadap koefisien drag seperti   gril bagian depan, bagian bawah kendaraan, fender dan lain – lain.

Baca Juga: Terbaik! 10 Mobil Offroad Murah Harga Dibawah 100 Juta

Sebagai contoh,  generasi terbaru Mercedes-Benz A-Class untuk pasar global telah diperkenalkan sejak 2018 silam. Versi long wheelbase dari sedan ini sudah lebih dulu meluncur di Cina. 

Kala itu, mengawali sepak terjangnya, hal pertama yang dilakukan Mercy adalah memperlihatkan keunggulan rancang desain eksterior All New A-Class yang terfokus pada aerodinamika. Sejak itu, mobil ini sepertinya bakal menjadi rekor sedan produksi massal paling aerodinamis sejauh ini. 

Mercedes-Benz A-Class diklaim memiliki coefficient of drag (Cd) sekecil 0,22. Angka tersebut kemudian disebut menjadikannya sebagai sedan paling aerodinamis di muka bumi. Patokannya adalah, CLA 180 CDI BlueEFFICIENCY, sang pemegang rekor dengan Cd 0,23. Angka-angka itu bahkan lebih baik dari mobil-mobil lainnya sekalipun. 

All New A Class dinilai sangat baik membelah angin yang pengaruhnya cukup besar untuk mengejar efisiensi bahan bakar. Mercedes merilis foto A-Class saat sedang dalam pengujian di wind tunnel. Seolah menggambarkan, menghabiskan banyak waktu untuk merekayasa bodi A-Class agar setajam mungkin membelah angin.

Bukan bodi secara keseluruhan saja, bagian-bagian kecil pastilah amat berpengaruh. Misalnya spoiler di depan dan belakang yang didesain agar mengalirkan udara di sekitar roda. Imbasnya turut berpengaruh pada pengendalian saat menikung maupun di kecepatan manuver. Di beberapa negara, rencananya tersedia opsi sistem shutter yang terletak di belakang gril radiator.

Nah itu dia tadi sedikit rangkuman mengenai Aerodynamic drag sebuah mobil OtoFriends. Bagi kalian yang ingin melakukan servis rutin bisa datang langsung ke ribuan bengkel rekanan dari Otoklix.

Selain itu, kalian juga bisa menikmati berbagai promo yang ada saat ini. Sehingga mobil kesayangan OtoFriends bisa terawat dan terlindungi dengan sempurna bersama Otoklix..

Pertanyaan Seputar Aerodynamic Drag  

Aerodinamika merupakan ilmu yang mempelajari tentang pergerakan aliran udara pada suatu benda yang bergerak pada kendaraan seperti mobil. Fungsinya yaitu mengatur aliran udara akibat gaya yang ditimbulkan.

Kendaraan yang bergerak melalui media udara akan mengalami gaya-gaya aerodinamis. Penyebab utama dari timbulnya gaya-gaya aerodinamis pada kendaraan adalah: 1. Adanya distribusi tekanan pada permukaan bodi kendaraan yang akan bekerja pada arah normal pada permukaan kendaraan.

Drag tekanan (pressure drag) adalah bentuk paling umum yang digunakan untuk mendefinisikan drag pada benda yang disebabkan oleh resistensi fluida untuk mengubah aliran untuk mengisi ruang di belakang benda, sehingga menimbulkan perbedaan tekanan antara aliran upstream dan downstream.