oli transmisi

Perbedaan Oli Transmisi dan Oli Gardan, Ini Ciri-cirinya!

Oli transmisi dan oli gardan memang memiliki fungsi yang hampir mirip, sama-sama melindungi berbagai komponen gardan, misalnya drive pinion, side gear, dan komponen lainnya. Tetapi ternyata keduanya memiliki peran yang berbeda, lho.

Perbedaan peran ini juga mempengaruhi formula dan spesifikasi oli yang berbeda. Ada zat aditif tertentu yang malah mungkin bisa membuat komponen rusak jika tidak digunakan sebagaimana mestinya. Jadi, jangan menukar kedua oli ini ya.

Maka dari itu, mari kenali perbedaan oli transmisi dan oli gardan yuk.

Apa Sih Perbedaan Oli Transmisi dan Oli Gardan?

Beberapa tipe mobil memang bisa menggunakan satu jenis oli sebagai pelumas transmisi dan pelumas gardan. Tetapi banyak pula tipe mobil yang membedakan keduanya. Maka dari itu cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah dengan melihat di buku manual.

Kenali dulu beberapa perbedaan pelumas transmisi dan pelumas gardan.

1. Perbedaan cara kerja 

Transmisi berfungsi untuk mentransfer tenaga dari mesin ke roda mobil dan melalui perpindahan posisi gigi transmisi mengatur kecepatan mobil. Dengan fungsi yang penting ini, tentu saja membuat oli transmisi berperan penting juga.

Meskipun memiliki fungsi yang mirip, tetapi inilah perbedaan cara kerja dan fungsi kedua oli tersebut. Oli transmisi digunakan untuk melumasi komponen sistem transmisi dengan cara mengubah gear ratio dan menambah kecepatan. Oli ini yang berperan agar pergantian gigi berjalan lancar dan juga mengurangi gesekan. Pelumas transmisi juga berperan menghubungkan transmisi ke gardan. 

Sementara itu oli gardan berfungsi mengatur kecepatan roda saat berbelok sehingga kendaraan bisa stabil saat melaju.

2. Perbedaan takaran oli

Kebutuhan oli memang berbeda tergantung jenis dan tipe mobil. Perbedaan komponen yang dilumasi juga membuat kebutuhan oli berbeda. Namun, biasanya mobil membutuhkan oli transmisi sekitar 1-1,2 liter, sedangkan oli gardan butuh 2 liter. Tetapi jumlah ini berbeda lagi jika kamu melakukan kuras oli. Pasti akan membutuhkan lebih banyak lagi.

Perbedaan antara mengganti oli dan kuras oli sebenarnya mudah saja. Jika kamu rajin mengganti oli transmisi untuk jangka waktu pendek-pendek, maka kamu tidak perlu melakukan kuras oli dalam jangka waktu dekat karena oli pada sistem tidak selalu sampai kotor sebelum diganti. Tetapi jika sudah lama tidak ganti oli, maka perlu dilakukan kuras oli. Kuras oli ini bahkan bisa mencapai 12 liter. Tentu membutuhkan biaya yang lebih banyak, kan.

3. Perbedaan spesifikasi oli

Selain kebutuhan jumlah oli, ada juga perbedaan spesifikasi oli transmisi dan oli gardan. Pelumas transmisi  umumnya menggunakan oli dengan kekentalan SAE 40 atau 90, sementara itu oli gardan menggunakan SAE 90 sampai dengan 140, jika menggunakan standar API maka menggunakan API GL 5.

Selain itu khusus oli transmisi matik juga menggunakan oli ATF (automatic transmission fluid), sehingga tidak bisa menggunakan oli jenis lain, apalagi oli gardan.

Jika dilihat dari tampilannya, oli transmisi berwarna kemerahan dan menjadi lebih cair jika sudah terlalu lama digunakan. Ini juga menjadi indikator apabila oli harus diganti. Formula oli transmisi juga menggunakan tambahan zat aditif dan deterjen untuk menghindari risiko keausan. Salah satu tips memilih pelumas transmisi adalah memiliki kandungan antioksidan dan antikarat.

4. Waktu penggantian oli transmisi dan oli gardan 

Oli transmisi dan oli gardan sama-sama memiliki interval waktu penggantian setiap 40.000 km. Tetapi untuk mobil matic, penggantian oli transmisi ini bisa sekitar 80.000 km sekali.

​​Tanda Oli Transmisi Perlu Diganti

Pelumas transmisi memang sebaiknya dilakukan penggantian saat sudah mencapai jarak 40.000 km. Tetapi ada beberapa ciri-ciri selain jarak tempuh yang bisa menjadi indikator oli transmisi mobil kamu. 

Gigi terasa berat dan keras saat dipindah

Ada beberapa penyebab gigi terasa berat, bisa jadi karena kampas kopling yang sudah aus dan juga karena oli yang perlu diganti. Alasan kedua ini yang sering ditemukan. Oli yang tidak diganti juga bisa mengakibatkan kopling menjadi aus. Gejala yang akan kamu rasakan adalah kesulitan mengganti persneling atau bahkan mesin mobil kadang terasa menghentak.

Suara dengung dari sistem transmisi

Komponen apapun ketika kekurangan pelumas akan memicu suara gesekan. Termasuk sistem transmisi. Kekurangan oli akan membuat komponen logam pada sistem transmisi mengalami gesekan. Hal ini membuat suara kasar dan berdengung terdengar dari mesin kendaraan. Untuk memastikan dari mana asal suara, kamu bisa mengeceknya ke bengkel, ya.

Warna oli transmisi berubah

Kamu tentu familiar dengan oli menghitam di bengkel ganti oli mobil. Termasuk juga oli transmisi yang sudah lama tidak diganti. Warna yang tadinya kemerahan menjadi gelap dan kehitaman. Selain itu, tekstur oli juga menjadi lebih encer.
Jika kamu menemukan tanda-tanda ini pada mobil kamu, segera lakukan penggantian oli transmisi, ya. Kamu bisa melakukan penggantian oli transmisi di bengkel terdekat yang bisa kamu dapatkan di aplikasi Otoklix, lho. Bengkel mudah dijangkau dengan harga yang terjangkau pula. Jangan lupa service berkala bersama Otoklix, ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *