oli gardan

Kapan Oli Gardan Harus Diganti dan Berapa Harganya?

Terkadang pengguna kendaraan lupa dengan oli yang satu ini. Oli gardan ini memang fungsinya terdengar sepele, tidak seperti oli mesin.

Fungsi oli ini adalah untuk melindungi pinion gear agar tidak bersinggungan langsung dengan bearing. Jangka waktu penggantiannya pun cukup jauh.

Jadi kapan sebaiknya kita mengganti oli gardan?

Kapan Waktu yang Tepat Ganti Oli Gardan

Meski tidak rutin seperti mengganti oli mesin, tetapi oli gardan juga memiliki batas usia penggunaan. Waktu penggantian oli gardan ini sama dengan penggantian oli transmisi mobil matik, yakni setiap kelipatan 40.000 km atau ketika sudah 2 tahun masa pakai. Jangka waktu penggantian yang lama ini biasanya disepelekan oleh pengguna kendaraan, bahkan sampai terlupakan. 

Oli gardan yang terlalu lama tidak diganti bisa menimbulkan ketidaknyamanan berkendara, jarak antar gir pada gardan menjadi tidak presisi dan juga terdengar suara pada gardan mobil ketika sedang digunakan.

Jadi, catat dan kalau perlu atur pengingat untuk mengganti oli gardan mobil ya.

Ciri-ciri Oli Gardan Harus Diganti

Seperti fungsi oli pada umumnya, oli ini juga berfungsi sebagai pelumas. Jika lama tidak diganti maka komponen bisa rusak bahkan jebol. Ini dia ciri-ciri oli gardan harus diganti.

1. Muncul gejala-gejala pada gardan

Gardan pada mobil letaknya di bawah mobil. Jadi, biasanya kita akan lebih mudah mengenali gejala-gejala olinya harus diganti. Ciri yang pertama adalah terdengar dengungan dari kolong mobil. Meskipun kita berada di dalam mobil dan ada suara-suara kendaraan lain, tetapi biasanya suara ini mudah dikenali berasal dari bawah mobil.

Penyebab bunyi ini adalah gir dalam transmisi yang bekerja ekstra. Pelumas yang sudah tidak bagus menyebabkan gigi bersentuhan langsung dan jika tidak diganti dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan kerusakan.

Ciri pada gardan yang kedua adalah terasa getaran pada bodi mobil ketika jalanan menurun. Ciri berikutnya adalah terdengar suara saat berbelok dan mobil sulit dikendalikan saat berbelok. Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa oli gardan tidak mampu lagi melumasi gigi-gigi dengan sempurna. 

2. Melewati batas penggunaan oli

Komponen apa pun jika sudah melewati batas penggunaan pasti fungsinya tidak optimal lagi. Kita bisa mengeceknya dari spesifikasi oli gardan yang dipakai, jumlah oli yang dibutuhkan, dan juga jarak tempuh. Seperti yang sudah disinggung di atas, lakukanlah penggantian oli gardan mobil ketika sudah mencapai 40.000 km atau mobil sudah dipakai selama kurang lebih dua tahun.

3. Perubahan warna oli

Ciri-ciri ini akan terlihat apabila kita sengaja mengecek kondisi oli gardan. Oli yang baru biasanya berwarna jernih. Tetapi jika warna oli sudah berwarna agak putih atau abu-abu gelap, maka berarti kondisinya sudah tidak bagus. Kekentalan oli ini juga cukup penting. Oli yang sudah encer biasanya sudah mendekati masa pakai.

Perubahan warna dan kekentalan ini umumnya disebabkan oleh dua hal. Bisa jadi oli terkontaminasi air di jalanan yang menggenang atau banjir atau memang sudah lama tidak diganti.

Untuk penyebab yang pertama, kamu tidak perlu khawatir jika memang baru mengganti oli gardan dan belum memenuhi syarat 40.000 atau dua tahun. Tetapi untuk penyebab yang kedua, sebaiknya kamu segera lakukan pengecekan di bengkel ya.

Berapa Harga Oli Gardan

Harga oli gardan mobil tentu bermacam-macam tergantung merek oli, berbeda pula dengan harga oli gardan motor seperti oli gardan Beat yang harganya hanya belasan ribu. Tersedia pula dalam kemasan 1 liter dan 4 liter. Harga oli juga ditentukan oleh kekentalan dan juga kualitasnya.

Harga oli gardan mobil dengan kekentalan 80W-90 dan 75W-90 berkisar Rp 40-140 ribu untuk berbagai merek. Sementara oli dengan kekentalan SAE 90 umumnya mulai dari Rp 40-90 ribuan. Namun, ada juga kekentalan SAE 90 dengan harga Rp 300 ribuan. Untuk kekentalan SAE 140, harga oli gardan umumnya RP 60 ribuan. Harga-harga ini adalah harga untuk kemasan 1 liter.

Sementara untuk kemasan galon 4 liter pun harganya bervariasi, sekitar Rp 150 ribu sampai yang termahal Rp 400 ribuan dengan kekentalan SAE 90 dan SAE 140.

Tips Memilih Oli Gardan

Bagi kamu yang bingung cara memilih oli yang baik, Otoklix juga memberikan tips memilih oli gardan, nih. Apa saja tipsnya?

1. Perhatikan komposisi oli

Komposisi pada oli gardan biasanya terdiri dari base oil dan zat aditif. Base oil juga terbagi menjadi dua jenis, oli mineral dan oli sintetik. Oli sintetik biasanya memiliki kualitas yang lebih baik daripada oli mineral. Maka dari itu oli sintetik biasanya sedikit lebih mahal.

Oli sintetik memiliki kelebihan yaitu indeks viskositas yang tinggi, tingkat penguapan rendah, dan juga rendah sulfur.

2. Pilih oli dengan zat aditif

Zat aditif ini berfungsi sebagai pelarut base oil agar stabilitas oksidasinya optimal sebagai fungsi oli gardan. Sehingga bisa berfungsi optimal melindungi komponen gir untuk waktu yang lama.

3. Perhatikan merek oli terpercaya

Tips ketika saat memilih oli gardan tentunya mempertimbangkan merek oli yang tepercaya. Jangan sampai oli dicampur air atau berwarna abu-abu metalik gelap. Oli yang seperti ini sudah tidak kayak untuk melumasi gardan. Jadi, sebaiknya gunakan oli dari pabrikan kendaraan. 

4. Pilih kemasan oli dengan ujung lancip

Kemasan oli juga mempengaruhi kemudahan penggunaan oli. Apalagi jika kamu ingin mengganti oli sendiri di rumah tanpa ke bengkel. Jadi jika memungkinkan, pilihlah oli dengan kemasan yang berujung lancip agar tidak berceceran.
Nah itu tadi informasi tentang oli gardan yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mencari bengkel umum untuk mengganti oli, kamu bisa cek sekaligus melakukan booking jadwal ganti oli melalui Otoklix, lho! Harga yang perlu kamu bayar pun sesuai dengan yang tertera di aplikasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *