Bagi OtoFriends yang mau memperbaiki kondisi knalpot, cara pasang resonator knalpot mobil ini mungkin berguna. Selain itu, simak juga fungsi resonator untuk knalpot mobil dan pertanyaan-pertanyaan seputar resonator berikut ini.

Cara Pasang Resonator Knalpot Mobil

Secara sederhana, fungsi resonator knalpot mobil adalah untuk memanfaatkan aliran gas buang sebagai tenaga. Memasang resonator juga bisa memberi kenyamanan yang lebih baik, apalagi kalau mobil dipakai sehari-hari. Oleh sebab itu, penting untuk dipasang di knalpot mobil. Ini dia cara pasangnya.

    Ketahui jenis mobil

    Saat akan memasang resonator mobil, kita perlu tahu jenis dan desain mobil milik kita. Cara pasang resonator knalpot mobil berbeda untuk mobil manual dan matik. Perbedaannya ada pada letak resonator. Letak resonator ada yang pada bagian depan catalytic converter atau dekat header, ada juga yang berada di belakang catalytic converter atau berdekatan dengan muffler.

    Tergantung jenis resonator yang dipakai

    Cara pasang resonator knalpot mobil juga berbeda tergantung jenis resonator yang dipakai. Jenis resonator ada yang panjang, pendek, ulir, atau lurus. Namun, secara umum, cara pasang resonator knalpot mobil adalah dengan di las untuk menyambung dengan komponen knalpot lainnya.

    Pemasangan resonator knalpot mobil ini cukup rumit. Apalagi resonator juga punya sistem kerja yang kompleks. Sehingga perlu keterampilan khusus untuk memasangnya. OtoFriends bisa membawanya ke bengkel terdekat agar bisa dikerjakan oleh mekanik profesional.

    Baca juga: 6 Komponen Knalpot Mobil, Fungsi, dan Cara Kerja

    Fungsi Resonator Knalpot Mobil

    Gas buang dari hasil pembakaran mesin ini sebenarnya punya tekanan yang cukup tinggi, tetapi belum tentu bisa menciptakan tenaga dorong. Maka, resonator knalpot disematkan pada bagian tengah untuk memanfaatkan gas buang sebagai tenaga. Cara kerjanya adalah memfokuskan arah aliran gas buang sehingga terpusat di satu titik. Jadi, bisa menciptakan tekanan yang lebih tinggi.

    Tekanan tinggi yang dialirkan dari resonator ini akan menghasilkan energi velocity. Ini adalah energi yang jadi sumber tenaga dari gas buang untuk mendorong mobil melaju. Kelebihan tekanan dari resonator ini bakal menghasilkan suara yang cukup keras. Jadi, ada komponen muffler yang akan mereduksi tekanan berlebih dan meredam suaranya jadi lebih senyap sebelum dikeluarkan sebagai gas buang.

    1. Menghaluskan suara knalpot

    Fungsi utama dari memasang resonator adalah sebagai peredam suara ketika mesin bekerja. Knalpot mobil yang tidak memakai resonator biasanya akan bersuara lebih kasar, keras, dan bahkan dengungannya bisa terdengar sampai dalam kabin. Hal ini tentu mengurangi kenyamanan berkendara.

    2. Mengubah aliran gas buang jadi tenaga

    Fungsi penting lain dari resonator mobil adalah mengubah aliran gas buang jadi tenaga. Tenaga dari hasil pembakaran ini sebenarnya punya tekanan yang cukup tinggi. Namun, karena knalpot mobil tidak punya saringan pada jalur gas buangnya, maka tenaga dorong yang dihasilkan tidak cukup kuat.

    Dengan memasang resonator, aliran gas buang ini bisa dipakai untuk meningkatkan kerja mobil dengan cara mengubahnya sebagai tenaga. Performa mesin mobil juga bakal lebih maksimal. Di sisi lain, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit karena mobil lebih bertenaga dan tidak perlu mengambil sumber tenaga dari bahan bakar.

    3. Menciptakan back pressure

    Pemasangan resonator bisa menciptakan back pressure atau tekanan balik pada aliran gas buang. Cara mengetahui seberapa besar back pressure yang dihasilkan adalah dengan mengetahui perbedaan resonator panjang dan pendek.

    Itu dia 3 fungsi penting dari memasang resonator knalpot mobil. Selanjutnya, kita bakal bahas beberapa pertanyaan yang sering diutarakan tentang resonator knalpot ini.

    Baca juga: Untung Rugi Pakai Peredam Mobil dan Tips Cerdas Memilihnya

    Pertanyaan Umum Seputar Resonator Knalpot Mobil

    Paling tidak ada empat pertanyaan yang sering ditanyakan saat berencana pasang resonator knalpot mobil.

    1. Di mana letak resonator knalpot mobil?

    Seperti yang sudah dibahas di atas, letak komponen ini memang bisa berbeda tergantung jenis mobil. Ada yang dipasang di bagian depan catalytic converter atau dekat header. Ada pula yang dipasang di belakang catalytic converter atau dekat dengan muffler. Namun, bisa dibilang bahwa resonator terletak di bagian tengan exhaust system .

    2. Apa perbedaan resonator panjang dan pendek?

    Sebenarnya, resonator panjang dan pendek punya fungsi yang sama. Biasanya tergantung kebutuhan dan jenis mobil yang digunakan. Resonator panjang bisa bikin suara knalpot lebih halus. Sedangkan resonator pendek membuat suara knalpot terdengar lebih berisik.

    Namun, pemilihan resonator panjang atau pendek tidak mempengaruhi fungsi resonator sebagai pengubah aliran gas buang sebagai tenaga tambahan. Sebaiknya tidak melakukan modifikasi pada resonator bawaan karena produk asli pabrik lebih aman dan lebih baik dibandingkan hasil modifikasi atau bahkan menghilangkan komponen tersebut.

    Baca juga: Cari Bengkel Knalpot Mobil? Simak Dampak Knalpot Bocor

    3. Apa perbedaan resonator ulir dan lurus?

    Ada lagi jenis resonator lain, yaitu yang ulir dan lurus. Keduanya sama-sama bisa meredam suara knalpot dan juga menciptakan back pressure. Akan tetapi, menurut sebagian orang, suara knalpot yang dihasilkan terdengar lebih mendem kalau pakai resonator ulir. Sedangkan kalau pakai yang tipe lurus, suaranya lebih halus tetapi tidak terdengar mendem.

    4. Apa perbedaan resonator dan muffler?

    Kedua komponen ini punya fungsi yang hampir mirip, yaitu meredam suara knalpot mobil. Resonator berfungsi mengubah aliran gas buang jadi tenaga dan menciptakan back pressure. Letaknya berada di bagian tengah exhaust system. Sedangkan muffler juga berfungsi meredam suara knalpot. Namun, letaknya berada di bagian belakang knalpot mobil karena fungsinya meredam suara dari gas buang sebelum dikeluarkan melalui exhaust tip.

    Muffler juga bisa menambah performa mesin dan membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat. Fungsi ini juga sama dengan fungsi resonator. Selain itu, muffler bisa mengurangi emisi gas buang. Perbedaan di antara keduanya hanya pada letak dan cara kerja, tetapi fungsinya hampir mirip.

    Nah, itu dia pembahasan tentang cara pasang resonator knalpot mobil. Demi menjaga kenyamanan berkendara dan juga orang-orang di sepanjang jalan yang kita lewati, sebaiknya tidak melepaskan komponen ini agar suara knalpot tidak berisik.

    Pasang resonator knalpot mobil di bengkel terpercaya yang punya mekanik andal. Bengkel tersebut bisa dicari di aplikasi Otoklix, terutama saat mengaktifkan fitur filter OtoSelect. Keuntungan lain booking di Otoklix adalah kita bisa dapat garansi 30 hari setelah pengerjaan. Menarik, bukan?