Baru-baru ini, ajang Formula E baru saja digelar di Jakarta, yakni di Sirkuit Internasional E-Prix Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 3-4 Juni 2023. Dari ajang ini, pembalap Pascal Wehrlein menjadi pemenang di seri ke-10. 

Seperti yang diketahui, Formula E adalah ajang balap mobil listrik pertama di dunia yang pertama kali diselenggarakan di Beijing China pada tahun 2014. 

Karena menggunakan mobil listrik, tentu saja beberapa aturan balap di Formula E berbeda dengan aturan balap mobil pada umumnya. Mulai dari aturan sirkuit hingga spesifikasi mobil yang digunakan. 

Yuk, kita cari tahu lebih detail terkait apa itu Formula E, aturan, hingga spesifikasi mobil yang harus dipenuhi oleh pembalap. 

Apa Itu Formula E?

Formula E merupakan balap mobil listrik yang didirikan pada tahun 2014. Formula E memiliki tujuan mempromosikan mobilitas yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan teknologi mobil listrik di dunia balap.

Salah satu hal yang membedakan Formula E dari ajang balap mobil lainnya adalah adanya “Attack Mode” dalam balapan. 

Attack Mode memungkinkan pembalap untuk mendapatkan daya ekstra untuk jangka waktu tertentu selama balapan dengan melintasi zona khusus di sirkuit. 

Selain itu, Formula E juga menerapkan FANBOOST, di mana penggemar dapat memilih pembalap favorit mereka untuk memberikan dorongan kekuatan tambahan selama balapan.

Aturan Balapan Formula E

Formula E adalah seri balap mobil listrik yang memiliki aturan khusus yang membedakannya dari seri balap lainnya. Berikut ini adalah beberapa aturan balapan Formula E:

1. Menggunakan Mobil Listrik

Semua mobil yang berpartisipasi dalam Formula E adalah mobil listrik, di mana setiap mobil memiliki baterai sebagai sumber energi utama yang digunakan selama balapan. 

Kapasitas baterai terbatas dan tidak diperbolehkan mengganti baterai selama balapan. Pada musim 2019-2020, kapasitas baterai sekitar 52 kWh, sedangkan pada musim 2020-2021 kapasitasnya ditingkatkan menjadi sekitar 54 kWh.

2. Ada Attack Mode

Selama balapan, setiap pembalap memiliki akses ke attack mode yang memberikan daya ekstra untuk jangka waktu tertentu. 

Pembalap harus melewati zona serangan di sirkuit untuk mengaktifkan attack mode, yang memberikan daya tambahan sekitar 35 kW hingga 250 kW (tergantung pada sirkuit) selama beberapa detik.

3. Ada Sistem Fanboost

Melalui sistem Fanboost, penggemar dapat memilih tiga pembalap favorit mereka untuk menerima tambahan daya selama balapan. 

Pembalap dengan suara terbanyak akan menerima mode serangan ekstra dengan daya tambahan maksimal 250 kW selama lima detik.

4. Sistem Penalti

Setiap pelanggaran aturan akan mengakibatkan penalti bagi pembalap. Beberapa pelanggaran, seperti pelanggaran kecepatan di pit lane, mengakibatkan penalti waktu, sementara pelanggaran lain, seperti menabrak pembalap lain, dapat menyebabkan diskualifikasi atau penalti grid pada balapan berikutnya.

5. Sistem Poin

Pembalap dan tim menerima poin berdasarkan posisi finis mereka dalam balapan. Poin diberikan kepada 10 pembalap teratas, dengan poin tambahan diberikan untuk pole position dan putaran tercepat dalam balapan.

Untuk posisi pertama, akan mendapatkan poin sebanyak 25 poin, disusul pada posisi kedua yakni mendapat 18 poin, kemudian posisi ketiga mendapat 15 poin, posisi keempat mendapat 12 poin, posisi kelima mendapat 10 poin, posisi keenam mendapat 8 poin, posisi ketujuh mendapat 7 poin, posisi ke delapan mendapat 4 poin, posisi kesembilan mendapat 2 poin, dan posisi kesepuluh mendapatkan 1 poin. 

Perlu dicatat bahwa aturan Formula E dapat mengalami perubahan dari musim ke musim. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperbarui informasi terkini mengenai aturan balapan Formula E.

Spesifikasi Mobil Balap Formula E

Untuk bisa mengikuti ajang balap mobil di Formula E, masing-masing pembalap harus menyesuaikan dengan spesifikasi mobil yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. Berikut rinciannya dikutip dari laman inilah.com.

  • Panjang mobil: 5.200 mm
  • Lebar mobil: 1.800 mm
  • Tinggi mobil: 1.063,5 mm
  • Bobot mobil dan pembalap: minimal 900 kg
  • Kecepatan maksimal 280 km per jam
  • Tenaga maksimal: 250 kW
  • Jarak sumbu: 3.100 mm
  • Regenerasi maksimal: 250 kW
  • Penggerak: roda belakang (RWD)
  • Energy recovery: sampai 25 persen

Nah, itu dia ulasan mengenai Formula E, aturan, hingga spesifikasi mobil yang harus dipenuhi. Bagi OtoFriends yang belum memiliki kesempatan untuk menonton Formula E secara langsung, tenang saja karena dikabarkan Formula E 2024 akan kembali digelar di Jakarta. Stay tuned, ya!

Jangan lupa percayakan perawatan mobil OtoFriends di bengkel Otoklix. Ada banyak layanan servis mobil yang bisa OtoFriends pilih, mulai dari ganti oli, ganti ban mobil, tune up, sampai penggantian aki mobil. 

Nah, kalau OtoFriends daftar membership yakni bayar Rp250 ribu, maka bisa cuci mobil sepuasnya gratis! Yuk, booking di aplikasi Otoklix sekarang juga. 

Akan lebih banyak diskon kalau OtoFriends booking lewat aplikasi Otoklix. Ganti oli mulai dari Rp89.000 per liter. Yuk, download aplikasi Otoklix sekarang juga dan dapatkan banyak promo menarik lainnya

Pertanyaan seputar Formula E

Formula E adalah ajang balap mobil listrik pertama di dunia yang pertama kali diselenggarakan di Beijing China pada tahun 2014.

Berbeda, Formula E menggunakan mobil listrik. Lalu, dari segi sirkuit, Formula E juga memiliki sirkuit yang lebih sempit dan pendek.

Maksimal kecepatan untuk Formula E adalah 280 km per jam.